Home Lintas Jateng Ita: Pejabat Pemkot Semarang Harus Siap Pindah Jika Tak Kompeten

Ita: Pejabat Pemkot Semarang Harus Siap Pindah Jika Tak Kompeten

Wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau tes pejabat pemkot.

Semarang, 24/5 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menegaskan pejabat di lingkup pemerintah kota setempat harus siap dipindah jika tidak kompeten di bidangnya.

“Kami ingin teman-teman di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ditempatkan sesuai dengan bidangnya,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Semarang.

Pada kesempatan itu, Ita meninjau pelaksanaan tes uji kompetensi jabatan struktural lingkup Pemkot Semarang yang diselenggarakan di sekolah kejuruan itu untuk pejabat eselon III dan IV.

Total ada 667 pejabat mengikuti tes uji kompetensi, terbagi atas 175 pejabat eselon III dan 456 pejabat eselon IV, sementara untuk 36 pejabat eselon II mengikuti tes di Balai Kota Semarang.

Uji kompetensi itu, kata dia, dilakukan untuk “mapping” (memetakan) bidang kompetensi jajaran pejabat struktural eselon II, III, dan IV di lingkup Pemkot Semarang yang ada di seluruh SKPD.

“Dari hasil uji kompetensi ini bisa diketahui, misalnya si A cocoknya ditempatkan di (dinas, red.) mana? Kalau di dinas yang mereka tempat kurang cocok, akan dipindah yang lebih cocok,” katanya.

Dengan uji kompetensi, kata dia, penilaian dan pemetaan kinerja pejabat di masing-masing eselon akan berlangsung secara objektif, bukan didasari faktor “like and dislike”, atau suka dan tidak suka.

“Intinya, dari hasil uji kompetensi ini bisa diketahui apakah tugas yang selama ini mereka (pejabat, red.) emban cocok dengan kompetensinya. Jadi, bukan karena faktor ‘like and dislike’,” kata Ita.

Ia mengatakan tes uji kompetensi jabatan struktural itu sifatnya wajib bagi pejabat di lingkup Pemkot Semarang sehingga tidak boleh ada satu pun pejabat yang mangkir atau tidak mengikuti tes.

“Kalau ada pejabat yang tidak ikut, ya, berarti harus siap dipindah. Selama mereka (pejabat, red.) mampu mengerjakan tes dan ternyata cocok dengan bidangnya, ya, tidak akan dipindah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang melaksanakan uji kompetensi terhadap jajaran pejabat struktural untuk langkah pemetaan kepegawaian.

“Dari uji kompetensi itu bisa diketahui, misalnya pejabat ini ternyata cocok di pertamanan, pejabat itu lebih kompeten untuk bidang olahraga, dan sebagainya,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Namun, ia memberikan catatan mengenai adanya perbedaan sistem tes untuk pejabat eselon II dengan eselon III dan IV, sebab untuk pejabat eselon II tidak menggunakan sistem CAT (computer assisted test).

“Harusnya sama. Baik pejabat eselon II, III, maupun IV sama-sama menggunakan sistem komputerisasi atau CAT. Kalau begini kan belum ‘fair’. Ke depannya, tidak boleh diskriminatif seperti ini,” tegasnya. (Bj05)