Home News Update ISKI Akan Monitoring Pilkada Jateng

ISKI Akan Monitoring Pilkada Jateng

Suasana saat pelantikan ISKI
Suasana saat pelantikan ISKI
Suasana saat pelantikan ISKI

Semarang, 28/5 (BeritaJateng.net) – Dalam negara demokrasi, peranan komunikasi politik sangat penting artinya karena memberikan andil yang cukup besar kepada masyarakat dalam pemahaman pilkada serta memunculkan tokoh-tokoh politik untuk membangun bangsa..

Tahun ini akan dilaksanakan Pilkada langsung di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang tentunya akan memberikan warna lebih dalam komunikasi politik yang ada di JAWA tengah, sehingga organisasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Tengah akan memberikan kontribusi agar praktek-praktek komunikasi dilakukan secara santun dan baik yang mencerminkan budaya Jawa Tengah.

Hal ini di sampaikan Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Cabang Jawa Tengah, Widodo Muktiyo yang ditemui usai pelantikan Kepengurusan Iski Jateng Periode 2015-2019 di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (28/5).

Menurutnya, peran organisasi ISKI Jawa Tengah nantinya akan memonitoring para kandidat kepala daerah agar tidak terjadi kampanye hitam dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain sehingga etika komunikasi politik lebih dicermati sesuai kajian kajian yang ada di Jawa Tengah.

Widodo menjelaskan saat ini sudah mulai banyak spanduk spanduk dijalan raya yang berisi kandidat-kandidat dalam Pilkada di Jawa Tengah, untuk itu Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Tengah menghimbau agar praktek komunikasi politik dilakukan secara santun yang mencermainkan Jawa Tengah untuk memilih pimpinan yang berkualitas.

“ISKI Jateng sangat senang bila nantinya bisa diajak oleh partai politik untuk bersama membangun praktek komunikasi politik yang baik dan beretika karena ini cerminan dari demokrasi sehingga etika komunikasi sangat penting dan dimulai dari jawa tengah,” ungkapnya.

Sementara itu, Yuliandre Darwis, Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat menjelaskan, banyak masyarakat yang belum tahu tentang Pilkada secara langsung yang ada di Jawa Tengah.

“Harusnya  informasi tentang pilkada langsung harus dikemas secara bagus sehingga pemilih semakin tinggi dan masyarakat tidak apatis,” katanya.

Darwis menjelaskan, komunikasi politik bisa  memberikan pembelajaran bahwa demokrasi penting dari sebuah pola dalam memilih pemimpin.

Darwis menambahkan, di Pilkada kali ini komunikasi politik harus mempunyai andil untuk memberikan ruang pesan kepada masyarakat dalam memilih tokoh yang nantinya menjadi pemimpin mereka nantinya. “Kami berharap nantinya tata kelola KPU dan pemerintah harus terlibat dalam mengelola komunikasi politik,” imbuhnya. (Bj06)