Home Nasional IPW : Polri Berencana Mutasi 38 Perwira

IPW : Polri Berencana Mutasi 38 Perwira

Polri
ilustrasi

Jakarta, 2/6 (BeritaJateng.net) – Polri berencana melakukan pensiun pada 38 perwiranya yang memiliki jabatan mulai dari Jenderal Bintang Empat hingga Kombes dalam enam bulan kedepan, hal ini di utarakan Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S. Pane.

“Oleh sebab itu, dalam waktu dekat ini Polri akan melakukan mutasi besar-besaran,” ungkap Neta.

Menurutnya, berbagai posisi strategis, seperti Asisten SDM, Kadiv Propam, dan sejumlah Kapolda pun ada pula yang masuk dalam mutasi.

Ind Police Watch (IPW) menilai mutasi besar ini terlambat dilakukan akibat adanya tarik menarik di internal Polri. Masing-masing elit ingin menampilkan kader terbaiknya, terutama untuk posisi Asisten SDM, Propam, Kapolda Papua, Kapolda Jabar, Kapolda Metro dan lainnya. Akibatnya, meski sudah ada perwira yang pensiun, mutasi belum juga dilakukan.

Neta menjelaskan, jika mutasi kali ini dilakukan karena dua hal. Pertama, banyaknya perwirayang akan pensiun hingga enam bulan ke depan. Perwira yang pensiun meliputan Akpol 80 hingga Akpol 85. Di Akpol 80 ada dua perwira yang pensiun. Akpol 81 terbanyak yakni mencapai 15 perwira, termasuk mantanKapolri Jenderal Sutarman yang pensiun September. Akpol 82 ada 10 yang pensiun. Akpol 83 ada sembilan, Akpol 84 ada satu, dan Akpol 85 satu yang pensiun.

IPW melihat, lanjut Neta, tarik menarik dalam mutasi kali ini terjadi antara Akpol 82 dengan Akpol 83 dan Akpol 84. Dari Akpol 82, teman satu angkatan Kapolri Haiti, ada empat nama yang bakal dimunculkan memegang jabatan strategis, yakni Irjen Ngadino, Irjen Sabar Rahardjo yang pernah dicopot sbg Kapolda DIY karena kasus Cebongan, Irjen Happy Kartika dan Irjen Budi Winarso.

“Yang menarik dari mutasi kali ini adalah akan bergesernya perwira Akpol 86 dan Akpol 87 ke posisi strategis,” imbuhnya.

IPW berharap, mutasi kali ini diwarnai dengan semangat reformasi mental dan mengedepankan profesionalisme kepolisian dan bukan hanya karena faktor pertemanan satu angkatan. Sehingga proses perubahan Polri bisa segera digulirkan secara cepat dan masyarakat bisa merasakan hadirnya polisi sipil yang profesional. (BJ)