Home Headline IPW Desak Polisi yang Terlibat Bentrok Dipecat

IPW Desak Polisi yang Terlibat Bentrok Dipecat

neta_s_pane
Semarang, 18/12 (Beritajateng.net) – Batam sepertinya tak habis diterpa konflik. Belum juga tuntas dua kasus bentrokan TNI-Polri, Rabu (17/12) kemarin Batam kembali diterjang bentrokan antar polisi versus polisi.

Terkait hal itu, Indonesia Police Watch (IPW) meminta Mabes Polri bertindak tegas menyikapi kasus tersebut.

“Seluruh anggota polisi yang terlibat bentrokan harus dipecat dan pimpinan kepolisian di Kepri dicopot dari jabatannya,” tandas Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Kamis (18/12).

Menurutnya, IPW menilai apa yang terjadi di Batam merupakan gambaran betapa lemahnya pengawasan atasan terhadap bawahan. Bentrokan itu menunjukkan sikap arogan, superioritas, dan ketidakpedulian anggota Polri yang seharusnya menciptakan rasa aman bagi publik.

Bentrokan itu ungkapnya menjadi teror baru bagi warga Batam di tengah belum tuntasnya kasus bentrokan TNI-Polri beberapa waktu lalu. Dalam bentrokan antar anggota Polda vs Polairud itu terlihat mereka menenteng senjata. Lima orang luka dan sejumlah tempat dihancurkan dalam bentrokan.

Peristiwa ini menunjukkan anggota Polri tidak peduli dengan situasi psikologis warga Batam yang masih trauma pascabentrokan TNI-Polri.

“Elit-elit Polri tidak cukup hanya minta maaf dalam kasus ini. Tapi harus memaparkan kasus ini secara transparan, mengganti semua kerusakan, mengganti biaya pengobatan korban, memecat semua polisi yang terlibat, dan mencopot pimpinan kepolisian di Kepri,”ujar Neta.

Ia mengatakan selama ini elit Polri cenderung melindungi anggotanya yang terlibat tindak pidana. Anggota Polri yang melakukan pengeboman Wisma Bhayangkari Jakarta misalnya, tidak dipecat dan masih berkarir di Polri. Begitu juga dengan Kapolsek di Jabar yang terlibat kasus narkoba hanya dimutasi ke Papua.

Aksi melindungi ini menurutnya sangat tidak mendidik dan tidak akan membuat efek jera serta tidak melahirkan keteladanan. Sikap-sikap elit Polri inilah yang membuat jajaran bawah kepolisian sering bertindak semaunya.

“Termasuk doyan bentrok, seperti di Batam. Sikap negatif elit Polri ini perlu direvolusi mental agar jajaran bawahnya tidak bertindak semaunya,”pungkasnya. (BJ)