Home News Update IPW: Polda Jatim Harus Cermati Kongres PSSI

IPW: Polda Jatim Harus Cermati Kongres PSSI

image

Semarang, 14/4 (Beritajateng.net)-Pihak kepolisian, khususnya Polda Jatim diharapkan mencermati dinamika yang akan berkembang di Kongres PSSI di Surabaya pada 18 April mendatang. “Jangan sampai forum kongres yang akan memilih Ketua Umum PSSI itu berubah menjadi konflik atau bentrokan,”ungkap Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui siaran pers yang diterima Beritajateng.net, Selasa (14/4).

Menurutnya IPW melihat, situasi menjelang Kongres PSSI terlihat mulai memanas. Situasi itu akan makin panas jika pemerintahikut cawe-cawe atau melakukan intervensi terhadap jalannya kongres.

Indikasi kian panasnya Kongres PSSI itu semakin terlihat menjelangbeberapa hari pelaksanaan kongres berlangsung.Ada tiga indikasi yang bisa membuat Kongres PSSI menjadi panas danberpotensi konflik.

Pertama, tidak diijinkannya Persebaya dan Arema mengikuti ISL 2015 oleh Menpora dan BOPI. Padahal Persebaya dan Arema adalah klub legendaris dalam sejarah sepakbola nasional dan mempunyai banyak suporter fanatik.

Sementara klub-klub lain yang juga bermasalahdiijinkan Menpora dan BOPI mengikuti ISL 2015. Akibat sikap diskriminatif Menpora dan BOPI ini ISL 2015 dihentikan sementara. Kasus ini bukan mustahil akan menjadi masalah dan pemicu konflik,mengingat Surabaya adalah markasnya Persebaya dengan boneknya.

Kedua, intervensi Menpora dan BOPI kepada PSSI yang membuat FIFAmengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia jika Menpora danBOPI tak berhenti melakukan intervensinya. Terkait ancaman ini,Menpora Imam Nahrawi malah mengatakan, tidak akan gentar menghadapiancaman FIFA.

Sikap Menpora ini ungkapnya dipastikan akan menimbulkan pro kontradi Kongres PSSI dan bisa berdampak pada bursa calon ketua umum.Ketiga, jika dalam ISL 2015 saja Menpora melakukan intervensi,dikhawatirkan dalam proses pemilihan Ketua Umum PSSI intervensi akanterjadi lagi. Jika intervensi pemerintah terjadi dikhawatirkan prosespemilihan Ketua Umum PSSI akan diwarnai konflik.

FIFA sendiri sudahmeminta semua anggota asosiasinya untuk mengurus urusannya secaraindependen tanpa campur tangan pihak ketiga.Berbagai dinamika inilah yang perlu dicermati pihak kepolisian di JawaTimur agar Kongres PSSI tidak berubah menjadi kegaduhan atau konflikakibat intervensi atau tarik menarik kepentingan politik.(BJ)