Home Nasional IPW Kecam Keras Penggunaan Seragam Loreng Pada Brimob

IPW Kecam Keras Penggunaan Seragam Loreng Pada Brimob

neta s pane

Jakarta, 16/11 (Beritajateng.net)-Indonesian Police Watch (IPW) mengecam keras penggunaan seragam loreng bagi jajaran Brimob. Penggunaan seragam loreng, meski di lokasi terbatas, dinilai menggambarkan sebuah kemunduran dari semangat polisi. Yakni polisi sipil yang profesional menjadi polisi yang militeristik yang mengedepankan sikap represif.

Ketua Presidium Neta S Pane mengatakan IPW menilai, meski reformasi sudah berjalanan 15 tahun, jajaran Polri masih terlalu asyik dengan atribut dan hal-hal bernuansa militer. “Seperti tanda kepangkatan jenderal, komisaris jenderal, inspektur jenderal, dan brigadir jenderal adalah gambaran masih bangganya Polri menggunakan atribut militer,”ujarnya dalam rilis yang disampaikan.

Penggunaan seragam loreng di Brimob menurutnya juga gambaran betapa jiwa militeristik masih sulit dilepaskan dari kalangan Polri. Hal inilah yang membuat Polri sulit berubah menjadi polisi sipil yang profesional.

“Jika jajaran Polri selalu asyik dengan atribut dan semangat militeristik, bukan mustahil posisi Polri direposisi kembali di bawah militer atau TNI, seperti di era Orde Baru. Atau malah didorong ke Departemen Dalam Negeri agar “jiwa militeristiknya” terkikis habis,”tambahnya.

Ia mengatakan tampilnya Brimob menggunakan seragam loreng akan membuat kerancuan mana polisi dan mana tentara, terutama di kalangan pedesaan. Jika terjadi konflik atau ada oknum aparat berbuat negatif, masyarakat akan sulit membedakan, apakah oknum tersebut Brimob atau militer.

Penggunaan seragam loreng pada Brimob ungkapnya hanya akan merugikan korps militer, khususnya TNI Angkatan Darat. Untuk itu, Menko Polhukam dan Menteri Pertahanan harus segera melarang Brimob menggunakan seragam loreng militer. Sebab Brimob bukanlah aparat militer.

Sedangkan loreng adalah identik dengan seragam korps militer. Jika Polri atau Brimob bersikeras tetap ingin menggunakan seragam loreng sebaiknya pemerintahan Presiden Jokowi segera melibatkan TNI untuk mengawasi Polri. Sehingga TNI bisa melakukan kontrol ketat terhadap penyalahgunaan atribut militer yang dilakukan oknum-oknum Brimob. (BJ/pj)