Home Headline IPW Desak Bareskrim Polri Segara Tahan Abraham Samad

IPW Desak Bareskrim Polri Segara Tahan Abraham Samad

Abraham_Samad

Semarang, 1/2 (BeritaJateng.net) – Bareskrim Polri harus segera melayangkan panggilan untuk
memeriksa dan menahan Ketua KPK Abraham Samad dalam kasus Rumah Kaca, yang selama ini dikatakannya sebagai bohong dan fitnah.

Padahal, sesuai kesaksian Supriansyah, teman Samad pemilik apartemen dalam kasus Rumah Kaca itu, ada dua kali Samad melakukan pertemuan dengan elit parpol. Diduga pertemuan itu membahasa keinginan Samad menjadi cawapres Jokowi.

“Kami mendapat informasi, dalam kasus Rumah Kaca Samad, Polri sudah memiliki enam alat bukti, yakni laporan masyarakat, bukti rekaman, bukti cctv, keterangan saksi, penjelasan ahli, dan pengakuan pemilik apartemen. Dengan adanya keenam alat bukti ini tidak
ada alasan bagi Bareskrim Polri untuk berlama-lama lagi memanggil dan memeriksa Samad,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane.

Menurutnya, kasus Samad bermula dari laporan masyarakat No:
LP/75/1/2015/Bareskrim, tertanggal 22 Januari 2015. Samad dilaporkan
telah melakukan pertemuan dengan pihak yang perkaranya ditangani KPK.

“Samad disebutkan pernah beberapa kali bertemu dengan petinggi parpol
dan membahas beberapa isu, termasuk tawaran bantuan penanganan kasus
politisi Emir Moeis yang tersandung perkara korupsi, yang ditangani
KPK,” tambah Neta.

Dalam kasus ini lanjut Neta, Samad tidak sekadar melanggar etika sebagai Ketua KPK. Lebih dari itu Samad bisa dikenakan pidana berdasarkan Pasal 36 junto Pasal 65 UU No 30 tahun 2002 tentang KPK.

“Dalam pasal itu ditegaskan pimpinan KPK dilarang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang ada hubungan
dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK, dengan alasan apapun. Pelanggaran pada pasal ini, Samad terancam lima tahun penjara dan polisi berhak langsung menahannya,” terangnya.

IPW menilai, pemeriksaan terhadap pemilik apartemen menunjukkan Polri
sangat serius untuk mengungkap dan menuntaskan kejahatan pidana yg
dilakukan Ketua KPK itu.

Keterangan saksi kepada penyidik maupun pers makin menunjukkan ada kejahatan serius yang sedang terjadi di KPK, yakni dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum pimpinan KPK.

Kesaksian ini makin menunjukkan bahwa Samad selama ini diduga
melakukan kebohongan publik dengan mengatakan semua yang dituduhkan dalam kasus Rumah Kaca adalah fitnah.

Dengan adanya kesaksian ini hendaknya mata publik semakin terbuka bahwa oknum-oknum KPK bukanlah malaikat, sehingga diharapkan publik bisa bersikap objektif dan tidak membabibuta
membela oknum-oknum pimpinan KPK yang bermasalah. Apalagi saksi tersebut adalah teman dekat Samad yang menjelaskan apa yang terjadi di apartemennya yang “dipinjam” Samad.

“Dengan adanya kesaksian ini akan semakin mudah bagi Bareskrim Polri
untuk menjerat Samad secara pidana. Untuk itu IPW berharap Polri bisa
bekerja cepat untuk memanggil dan memeriksa Samad. Enam alat bukti
yang dimiliki Bareskrim sudah cukup kuat untuk menjerat Samad dalam
kasus pidana Rumah Kaca,” pungkas Neta. (BJ)