Home Hukum dan Kriminal IPW: BNN harus segera memeriksa data dan CCTV di LP Lubuk Pakam,...

IPW: BNN harus segera memeriksa data dan CCTV di LP Lubuk Pakam, Sumut

DANIL SIREGAR/SUMUT POS - Petugas berjaga di samping tersangka kepemilikan narkoba saat gelar kasus oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di The City Residence Jalan Sempurna Medan, Senin (11/4). BNN menangkap lima orang tersangka kepemilikan narkoba jaringan internasional dengan barang bukti, 21,425 kg sabu-sabu, 44.849 pil ekstasi dan 6.000 butir pil happy five.

Semarang, 26/4 (BeritaJateng.net) – Ind Police Wacth (IPW) mendesak kasus Belawan ini agar dibongkar dengan tuntas dan tidak hanya menjerat AKP Ichwan, tapi juga mengungkap semua polisi yang diduga pernah menerima uang suap dari Tony.

“Ini perlu dilakukan agar diketahui siapa saja polisi, yang pernah mengunjungi bandar narkoba Tony alias Toge yang diduga menyuap Rp 2,3 miliar kepada AKP Ichwan Lubis Kasat Reskrim Narkoba Polres KP3 Belawan,” ujar Neta S Pane Ketua Presidium Ind Police Watch.

Salah satu cara, menurutnya, adalah membuka data dan CCTV orang-orang yang pernah mengunjungi Tony di LP Lubuk Pakam dan kemudian membongkar rekening mereka. Melihat luasnya jaringan Tony, bukan mustahil bukan hanya AKP Ichwan yang menerima suap dan bisa juga sejumlah oknum dari instansi lain dan ini menjadi tugas BNN untuk membongkarnya.

IPW sangat prihatin dgn kss di Belawan. Kasus ini adalah kasus yang kesekian kalinya dimana polisi terlibat dan diduga bermain-main dengan bandar narkoba, terutama di Sumut. Namun kasus di belawan ini lbh mengejutkan karena BNN menemukan uang Rp 2,3 miliar di rumah polisi tersebut.

Berulangnya kasus polisi terlibat narkoba merupakan puncak gunung es yg diduga lebih banyak lagi oknum polisi yang diduga terlibat narkoba. Bagaimana pun kasus ini semakin menunjukkan bahwa narkoba makin sulit di brantas di negeri ini sebab bandar narkoba makin banyak memperalat aparat penegak hukum.

IPW berharap Polri senantiasa bersikap terbuka trhadap aparatnya yang terlibat narkoba dan memaparkannya ke publik secara berkala. Selain itu polri harus bersikap tegas menindak aparatnya yang bermain-main dengan bandar narkoba dan harus mengenainya pasal hukuman mati.

Makin banyaknya aparat yang diperbudak narkoba dan diperalat bandar narkoba akibat lemahnya pengawas dari atasan terhadap bawahan, selain itu lemahnya hukuman yang diberikan institusi Polri terhadap aparaturnya, bahkan institusi cenderung melindungi, akibatnya tdk ada efek jera dan polisi-polisi nakal makin nekat mempermainkan hukum.

Seharusnya Polri bertindak tegas dalam kasus ini. Jika terbukti yang bersangkutan bermain-main dengan narkoba dan bandar narkoba seharusnya segera dipecat dari polri dan dijatuhi hukuman mati. Sehingga polisi-polisi lain tidak nekat untuk meniru ulahnya. Kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi polri sebab itu kasusnya harus dituntaskan dan jaringan yang melibatkan tersangka harus dibongkar, untuk diketahui apakah ada polisi lain yang terlibat dalam kasus ini. (Bj)

Advertisements