Home Headline Inilah Kondisi Turki Tempat 16 WNI Hilang

Inilah Kondisi Turki Tempat 16 WNI Hilang

Arya, mahasiswa yang tinggal di Turki
Arya, mahasiswa yang tinggal di Turki
Arya, mahasiswa yang tinggal di Turki

SOLO, 15/3 (BeritaJateng.net) – Hilangnya 16 Warga Negara Indonesia  (WNI) yang diduga hilang di Turki hingga saat ini belum diketahui dengan pasti dimana keberadaannya.

Selama ini informasi keberadaan mereka masih menjadi misteri. Wilayah Turki sendiri memang berada di perbatasan dengan negara Suriah yang saat ini sedang berkonflik. 

Arya Sandhiyuda, salah seorang mahasiswa yang menuntut Ilmu di Universitas Fatih Turki angkat bicara terkait kondisi dan situasi di negara tempatnya mengambil gelar Doktor  Ilmu Politik dan Sosial Universitas Fatih Turki.

Arya mahasiswa asal Solo menjelaskan situasi di negara Turki. Dan menurut  Arya, Islam di negara Turki berbeda dengan negara Islam di wilayah negara Timur Tengah lainya. 

“Islam di Turki itu lebih condong ke liberalis dan demokratis. Sehingga sulit dan kecil kemungkinan paham ISIS yang ekstrim dan radikal masuk ke Turki,” jelasnya.

Faktanya adalah ada sekitar 700 pelajar yang bermukim dan menuntut ilmu di Turki,  tidak ada satupun juga dari mereka yang terlibat jaringan ISIS selama ini. Bahkan masih ada juga  sekitar 2.000 WNI dengan berbagai profesi juga dipastikan tidak terlibat.

Bahkan Arya juga mengaku kenal dengan semua pelajar asal Indonesia yang jumlahnya sekitar 700 pelajar. Mereka saling berkomunikasi, dan berkoordinasi. Bahkan dari pihak  KJRI maupun KBRI juga proaktif dengan isu tersebut.

Bahkan sekitar 2000 WNI yang bermukim di Turki juga tidak ada satupun yang terlibat atau bergabung dengan kelompok ISIS. 

Arya menyatakan dirinya heran  mengetahui kabar tentang WNI yang hilang saat melakukan wisata di Turki, dan di duga ikut kelompok ISIS. Dan itu baru pertama kalinya terdengar berita seperti itu  di negara tersebut. 

“Pasalnya kecil kemungkinan untuk bisa menyeberang ke perbatasan. Karena perbatasan negara Turki  dijaga ketat oleh angkatan militer Turki. Apalagi jalur perbatasan legal yang digunakan untuk memasuki wilayah tersebut,” jelasnya. 

Yang dimaksud dengan jalur legal menurut Arya adalah  jalur yang berada di sisi tenggara negara Turki. Yaitu Kilis, Hatai dan Karakas.

Biasanya ketiga jalur tersebut digunakan untuk menyalurkan bantuan sosial kemanusian bagi warga yang tengah berkonflik.

Adanya pemberitaan terkait hilangnya WNI di Turki, lanjut Arya membuat sebagian orang tua yang anaknya sedang belajar ke Turki meminta agar mereka segara balik ke Indonesia. 

“Orang tua yang anaknya belajar di Turki takut dan cemas. Takut mereka akan bergabung dengan jaringan ISIS,” ungkapnya.

Bahkan saat ini untuk mengurus Visa juga sulit, dan sangat ketat. Berbeda dengan sebelumnya. Padahal aku Arya dirinya harus pulang ke Indonesia tiap tiga bulan sekali, karena keluarga ada di Solo. (BJ24)