Home Hiburan Inilah Kemeriahan “Cultural Nite” Mahasiswa Unisbank

Inilah Kemeriahan “Cultural Nite” Mahasiswa Unisbank

Suasana kemeriahan Cuktural Nite Mahasiswa Unisbank Semarang.

Semarang, 15/4 (BeritaJateng.net) – Untuk keempat kalinya Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang menggelar acara kreatif mahasiswa yang dikemas secara menarik bertema ‘Cultural Nite’ dan diikuti oleh seluruh mahasiwa semester 2-6 Fakultas Bahasa dan Ilmu Budaya (FBIB) bertempat di depan kampus Unisbank, tepatnya di taman Pandanaran, Jumat (15/4) malam.

Dosen Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Ilmu Budaya sekaligus ketua panitia, Dra. Murti Heruri., M.Hum menjelaskan, kegiatan seperti malam ini sudah keempat kalinya diadakan dan biasanya digelar di kampus. Bedanya, pada pementasan kali ini Pemerintah Kota Semarang memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk menggunakan tempat di taman Pandanaran.

Dijelaskan Murti, acara Culture Nite merupakan kreasi mahasiswa yang di dalamnya terdapat talenta-talenta mahasiswa dan mereka bisa menampilkannya mewakili Fakultas Bahasa dan Ilmu Budaya.

Tidak hanya itu, pada sesi awal, acara Culture Nite juga telah dibuka oleh Rektor Unisbank, Dr. H. Hasan Abdul Rozak, S.H., C.N., MM dan dihadiri Wakil Rektor III, Dwi Agus Diartono., S. Kom., M. Kom serta Dekan FBIB, Dr. Sugeng Purwanto., MA.

Murti mengatakan jika Rektor Unisbank sangat mengapresiasi dan mengharapkan acara seperti ini bisa lebih sering diadakan. Terlebih menurut penuturan Rektor Unisbank, Walikota Semarang juga telah memberikan lampu hijau untuk kegiatan mahasiswa dengan memberikan fasilitas berupa tempat.

Adapun kreativitas mahasiswa yang ditampilkan malam ini ada 8 pementasan, meliputi singing, poetry, story telling, fashion show, dance, role play and drama. Mahasiswa ada juga yang menampilkan cerita rakyat dengan menggunakan bahasa inggris, tari tradisional dan lain-lain.

Seperti salah satu mahasiswi semester 2 Fakultas Bahasa dan Ilmu Budaya, Margaretha Zsazsa Agustiani (19). Margareth (sapaannya), menampilkan batik dance berupa tari batik tradisional yang berasal dari daerah Pekalongan. Dijelaskannya, tari batik dipentaskannya diambil dari cara dan membuat batik.

Margareth mengatakan, tari batik bisa dipentaskan secara individu maupun kelompok. Meski dirinya pada malam ini tampil secara individu dan ia mengaku lelah karena pulang kerja harus langsung ke salon untuk rias dan menuju kampus. Namun, ia sangat antusias. Karena menurutnya, tari tradisional mampu membuat anak muda lebih mengenal budaya Indonesia apalagi budaya tradisional.

“Setidaknya, anak muda bisa menampung dan memfilter budaya dan tari tradisional yang baik,” ujar mahasiswi yang sejak kecil hobi menari dan ikut menari di Sanggar Rias Sawi Kedungmundu ini saat diwawancarai usai pentas, Jumat (15/4) malam. (BJT01)