Home Headline Inilah Kebohongan-kebohongan Abraham Samad

Inilah Kebohongan-kebohongan Abraham Samad

Abraham_Samad

Semarang, 6/2 (BeritaJateng.net) – Satu persatu kebohongan Ketua KPK Abraham Samad makin terkuak. Bahkan, kesaksian faktual diungkapkan oleh beberapa kawan
dekatnya, yang mengaku tidak rela Samad terus menerus terjebak dalam
kebohongan publik. Untuk itu sudah saatnya Samad berjiwa besar mundur
dari KPK.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane, Jum’at.

Neta berharap, Polri dengan cepat memproses kasus Samad dan segera menjadikannya tersangka serta menahannya.

“Selain itu Komisi III DPR perlu membentuk tim untuk menyelidiki dugaan pelanggaran etika dan moral yang dilakukan Samad, terutama menyangkut foto-foto mesra dengan beberapa wanita cantik yang muncul belakangan ini. Komisi III juga harus melakukan tekanan politik agar Samad segera mengundurkan diri dari KPK,” terang Neta S Pane.

Lebih lanjut Neta mengatakan, memang hingga saat ini Samad belum jujur soal pertemuannya dengan
petinggi PDIP maupun foto mesra tersebut. Malahan, Samad menggunakan
‘tangan’ Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi untuk membantah soal foto mesra yang beredar luas di masyarakat.

“Kami berharap Johan Budi jangan
mau diperalat Samad untuk menutup kebohongannya,” tambah Neta.

Seharusnya lanjut Neta, sejak punya ambisi jadi cawapres Samad mundur dari KPK. Sebab saat itu Samad sudah lompat pagar jadi politisi. Akibatnya, apapun putusan Samad sudah bukan lagi sebagai penegak hukum, tapi lebih bernuansa politis, pilih kasih, dan tebang pilih berdasarkan kepentingan politiknya.

“Samad sudah memakai institusi KPK sebagai alat ambisi politik, dan tentunya hal ini sudah melawan aturan yang dibuat KPK sendiri,” ujarnya.

Tapi anehnya ujar Neta, ada 4 hal yang tidak masuk akal yang dipertontonkan Samad dan elit-elit KPK dalam menyikapi kasus Samad. 

Pertama, mereka selalu membangun opini bahwa komisioner KPK adalah orang yang tidak pernah salah.

Kedua, mereka ingin membawa publik kepada opini bahwa pimpinan KPK adalah malaikat suci yang tidak bisa tersentuh hukum, meski mereka melakukan pelanggaran hukum.

Ketiga, mereka cenderung membangun dinasti otoriter yang munafik. Di kasus lain mereka minta Presiden untuk tidak melakukan intervensi, tapi dalam kasus dugaan pidana elit-elit KPK, mereka memaksa presiden untuk turun tangan
melakukan intervensi, malah meminta imunitas segala.

Keempat, mereka terus menerus menjual rakyat dalam bersuara dan menafikan keputusan DPR sebagai legitimasi suara rakyat yang sah.

“Kami menilai saat ini Samad sudah menuai badai, dan kasusnya muncul
dimana-mana. Agar lebih aman, lebih baik Samad mundur dari pada akan
lebih menanggung rasa malu yang lebih dalam lagi. IPW juga mendesak
Polri agar secepatnya menuntaskan kasus Samad agar KPK tidak
tersandera prilaku prilaku negatif para elitnya,” pungkasnya. (BJ)

Advertisements