Ini Tanggapan Produsen Rokok Terkait Rencana Larangan Penjualan Rokok ‘Ketengan’

Semarang, 28/12 (BeritaJateng.net) – Rencana pemerintah untuk melarang penjualan rokok ketengan atau secara ecer mendapat tanggapan dari produsen Rokok di Jawa Tengah.

Corporate Secretary PT Sukun, Deka Hendratmanto melalui pers rilisnya menyebut jika Pemerintah sudah sangat jelas mengatur regulasi penjualan rokok.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan (PP Tembakau) sesungguhnya sudah mengatur secara tegas terkait regulasi penjualan rokok.

“Pasal 25 PP Tembakau secara tegas melarang penjualan rokok kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun dan perempuan hamil,” katanya.

Deka menyatakan, jika tujuan dari rencana pemerintah melarang penjualan rokok ketengan adalah untuk menekan prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun, produsen rokok justru mendesak pemerintah agar menegakkan law enforcement secara tegas, keras, dan konsisten atas PP Tembakau.

’”Pertanyaan kami adalah, sejauhmana upaya law enforment pemerintah terhadap aturan tersebut? Ini jauh lebih penting daripada pemerintah ngurusi teman-teman pedagang kecil yang masih berupaya bangkit dari pandemi, ’’ katanya.

Faktanya, lanjut Deka, penjualan rokok ketengan hanya terjadi di warung-warung kecil karena adanya kebutuhan riil masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas.

Melarang penjualan rokok ketengan sama halnya dengan memaksa rakyat mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli bukan berdasarkan kebutuhan riilnya dan jelas-jelas melebihi kemampuan ekonomi hariannya.

’’Jika rakyat hanya mampu beli katakanlah 5 batang sehari, kenapa harus dipaksa untuk membeli satu bungkus? Ini jelas-jelas tidak masuk akal!,” imbuhnya.

Ia menyebut aturan pemerintah tersebut, mencampuri ’’privacy’’ para pedagang kecil serta bisa menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. “Aturan itu juga bisa membuat pemerintah terjebak dalam urusan kecil dari pada urusan negara lainnya yang jauh lebih besar dan lebih penting, ” ujarnya. (Ak/El)

Leave a Reply