Home News Update Ini Olahan Mangrove Hasil Penelitian Mahasiswa Unissula

Ini Olahan Mangrove Hasil Penelitian Mahasiswa Unissula

IMG_20150728_132544

Semarang, 28/7 (BeritaJateng.net) – Di Desa Tambak Rejo Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara yang berada di pesisir kota Semarang memiliki potensi mangrove yang cukup bagus. Buah mangrove yang dipandang sebelah mata ternyata mempunyai manfaat. Bisa diolah menjadi tepung mangrove untuk berbagai bahan dasar olahan, diantaranya peyek mangrove, stik mangrove, kue lumpur dan lain-lain.

Salah satu Mahasiswa Fakultas Agama Islam Unissula (Universitas Islam Sultan Agung), Didik Wahyudi, punya minat di bidang penelitian.

Hal tersebut diketahui setelah diadakannya penelitian kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKMPM) Unissula melalui hibah dikti 2015 yang berjudul ‘Pemberdayaan Industri Mangrove secara Berkelompok Melalui Integrasi Pemuda Di Desa Tambak Rejo Kelurahan Tanjung Emas Semarang Utara’.

“Tujuannya daripada penelitian ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tumbuhan mangrove selain digunakan sebagai tumbuhan pencegah abrasi juga dapat dikembang biakkan melalui pembibitan yang nantinya bisa dijual kepada perusahaan maupun ke pemerintah setempat,” tuturnya, Selasa (28/7) dengan membawa hasil olahan mangrove.

Hal ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Banyak manfaat yang dihasilkan dari budidaya mangrove ini, melihat kondisi dan tempat Desa Tambak Rejo berada persis di bibir pantai, tentunya potensi laut juga dapat diperoleh dari penanaman mangrove.

“Akan tetapi potensi yang dimiliki Tambak Rejo ini belum tergarap secara optimal sehingga langkah konkrit berupa edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) secara efisien,” imbuhnya.

Objek penelitiannya melibatkan anak-anak, pemuda, dan orang tua. “Banyak kegiatan yang kami lakukan seperti memberi edukasi tentang mangrove dan lingkungan kepada para pemuda dan anak-anak selama tujuh minggu, pelatihan pengolahan mangrove, serta penanaman mangrove diwilayah Tambak Rejo,” ungkap kelompok mahasiswa yang tergabung dalam penelitian tersebut.

Kegiatan yang berjalan hingga mencapai lima bulan ini dan warga pelan-pelan mulai tergerak untuk bisa memanfaatkan potensi alam yang ada. Salah-satunya adalah dengan pembuatan keripik mangrove yang sekarang diusulkan menjadi produk unggulan ibu-ibu PKK Tanjung Emas.

“Bukan hanya itu, berkat edukasi serta pelatihan yang telah kami lakukan mampu menggerakkan warga Tambak Rejo untuk memanfaatkan potensi lainnya seperti pengolahan bandeng presto,” imbuh mereka. (BJT01)