Inflasi Kota Semarang 0,13 Persen, BPS: Upaya Pengendalian Inflasi Tunjukkan Hasil

Semarang, 2/12 (BeritaJateng.net) – Upaya pengendalian inflasi di Kota Semarang menunjukkan hasil, hal ini terlihat dari capaian angka 0,13 persen yang artinya inflasi di Kota Semarang masih terkendali dan terhitung stabil.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Fachruddin menyebut, inflasi di Kota Semarang pada bulan November 2022 masih terhitung stabil diangka 0,13 persen.

“Inflasi bulan November 0,13 persen, ini termasuk angka yang bagus ditengah gonjang ganjing adanya resesi. Terlebih di bulan-bulan sebelumnya Kota Semarang mengalami deflasi,” ujar Fachruddin, Kamis (1/12). ,

Tingkat inflasi tersebut disumbang paling besar dari kelompok pengeluaran untuk makanan, minuman dan tembakau dengan angka 0,30 persen. Pakaian dan alas kaki sebesae 0,42 persen. “Sedangkan inflasi di Semarang dominan dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Fachruddin.

Kenaikan BBM atau transportasi juga menyumbang inflasi Kota Semarang sebesar 0,050 persen. Menurut Fachruddin, Kenaikan BBM dampaknya akan terasa multiplayer efek yakni biasanya terdampak pada angkutan pertanian dan distribusi sehingga TPID memaksimalkan pemberian bantuan untuk angkutan.

Fachruddin kembali menjelaskan, kelompok rekreasi dan olahraga memberikan inflasi 0,98 persen.

Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga mengalami devlasi sebesar 0,20 persen. Sementara Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami deflasi 0,09 persen. Kemudian secara tahun kalender, kelompok konsumsi perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan inflasi yang tanpa diduga-duga, yakni 0,28 persen.

Jika dihitung berdasarkan satuan komoditas, penyumbang inflasi tertinggi adalah angkutan udara, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, sawi hijau, tomat, emas dan perhiasan, bioskop, rokok kretek dan filter, serta brokoli.

Sementara penyumbang deflasi tertinggi adalah Bensin, semen, sabun detergen, pisang, sabun mandi, bawang putih, tarif kendaraan roda 4 online, tarif kendaraan roda 2 online, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, dan cabai merah.

“Tentunya pengendalian harga menjadi kunci dalam menekan inflasi,” ujarnya.

Dalam laporannya, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Semarang sebesar 112,35 persen. Kota Semarang memiliki perubahan harga sebesar 12,35 persen dibanding tahun 2018 yang 100 persen. Sementara secara keseluruhan tingkat inflasi selama bulan November 2022 sebesar 0,13 persen, tingkat inflasi tahunan kalender sebesar 4,52 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun 5,15 persen.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah, Semarang tidak termasuk tinggi inflasinya. Justru yang tertinggi ada di Purwokerto dengan inflasi 30 persen.

Tapi jika dibandingkan kota-kota besar se indonesia, Semarang menduduki oeringkat 4 dalam inflasi. Urutan puncak inflasi ditempati Yogyakarta dengan inflasi sebesae 0,32 persen.

“Menjelang akhir tahun, Bulan Desember diprediksi akan menyumbang inflasi karena adanya perayaan-perayaan di bulan tersebut. Perlu dicermati, ketika terjadi kelangkaan barang maka harga barang akan naik terlebih pada produk makanan. Sehingga TPID dan pemerintah harus mengintervensi dengan menggelar Pasar murah, ” jelasnya. (Ak/El)

Leave a Reply