Home Ekbis Industri Kayu Rumahan Dapat Peroleh SVLK Gratis

Industri Kayu Rumahan Dapat Peroleh SVLK Gratis

image

Jepara,20/8 (Beritajateng.net)- Menjalankan industri kayu olahan kini dapat lebih mudah. Hal itu bukan isapan jempol belaka, karena Kemetrian kehutanan akan membantu mendapatalan sertifikat legalitas tanpa dipungut biaya alias gratis. 

Staf Ahli bidang Revitalisasi Industri Kehutanan Bedjo Santoso mengungkapkan untuk mendatapkan system verifikasi legalitas kayu (SVLK) bisa diperoleh dengan cukup mudah. Padahal, selama ini aturan itu cukup memberatkan para pelaku usaha mebel dan ukir di Jepara. “Caranya cukup meminta surat keterangan dari kepala desa setempat. Sekarang ini sudah ada sebanyak 114 pelaku yang sudah mendapatkan serifikat legilitas kayu dan pengurusannya tanpa biaya,” papar Bedjo dalam acara workshop kreatif di auditorium Unisnu Jepara. 

Para investor atau bayer, katanya, menginginkan adanya legilitas kayu yang akan diolah.  Untuk itu pemerintah berusaha untuk membantu dalam mendapatkan sertifikat legilitas kayu. Ia menambahkan produksi kayu olahan, sisi sarana harus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing serta penataan regulasi yang berpihak kepada pelaku industri kecil. 

“Tak kalah penting untuk peningkatan daya saing perlu pula penerapan system insentif secara adil dibarengi dengan ikut membangun tanaman serta menjaga ketersediaan baha baku serta inovasi,” imbuhnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Subroto mengemukakan manajemen industri  kayu di Jepara banyak dilakukan dengan pola lama. Hal itu membuat kreatifitas produksi tak berlangsung secara  inovatif dan dinamis. Ia juga mengungkapkan penggunaan teknologi masih jarang dilakukan. 

“Jika mengunakan teknologi produktifitas akan cepat menghasilkan dan kretaifitas akan muncul. Untuk menggalakan teknologi dan kreatifitas di Kabupaten Jepara telah membuka SMK tentang Ukir dan Unisnu membuka jurusan Ukir agar dapat menggembangkan produk yang dihasilkan,” terangnya. 

Lebih lanjut Subroto menyampaikan bahwa industri pengolahan di Jepara telah menyokong pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 28 persen. Tapi sayangnya masih ada kantong kemiskinan yang ada di Jepara. (BJ18)