Home News Update Indonesia Jadi Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Indonesia Jadi Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

636
Pemkot Beri Bonus Tambahan Atlet ASG Berprestasi Asal Semarang

Semarang, 24/7 (BeritaJateng.net) – Target sebagai juara umum berhasil dilakoni Indonesia dalam perolehan medali ajang ASEAN Schools Games 2019 Semarang. Indonesia sukses mematahkan dua rival bebuyutan, Thailand dan Malaysia, yang puas di posisi kedua dan ketiga.

Dari pelaksanaan tanggal 17 – 25 Juli 2019, di Semarang, Jawa Tengah. Indonesia mengoleksi 43 medali emas, 34 medali perak, dan 25 medali perunggu dengan total raihan 102 medali. Disusul posisi kedua Thailand 33 emas, 31 perak, dan 35 perunggu, ketiga Malaysia 18 emas, 25 perak, dan 34 perunggu.

Kesuksesan tersebut menorehkan Indonesia sudah dua kali menjadi juara umum pada event bergengsi olahraga pelajar tingkat Asia Tenggara. Dimana pada ASG 2015 di Brunei Darussalam, Indonesia pertama kali mengukir sebagai juara umum.

“Ini prestasi yang membanggakan dan melegakan mengingat persaingan yang cukup ketat di ASG tahun ini, dengan Thailand dan Malaysia selalu menempel ketat Indonesia di klasemen perolehan medali,” kata Chef de Mission (CdM) Indonesia ASG 2019, Yayan Rubaeni.

Beberapa cabor yang menjadi target emas berhasil melebihi ekspektasi, seperti pada cabang atletik menyapu 11 medali emas dari target sebelumnya delapan emas.

Atlet-atlet muda lainnya yang sukses yakni cabor bulutangkis yang berhasil mendapat tujuh emas dari tujuh nomor yang dipertandingkan. Ada juga cabor pencak silat, berhasil menunjukan eksistensinya sebagai olahraga beladiri asli Indonesia dengan raihan tujuh emas dari target semula lima emas.

“Ada juga cabor renang, sempat diawal kita ketar-ketir tapi di hari kedua kita tunjukan kemampuan,
renang mendapat 13 emas, dari target awal 12 emas,” tambah Yayan.

Keberhasilan tersebut, kata Yayan, berkat program pelatnas yang dijalani secara intensif. Memfokuskan pada peningkatan kemampuan fisik, teknik, dan mental.

“Khusus peningkatan kapasitas mental para atlet, Kementerian Pemuda dan Olahraga menggandeng Quantum Champions untuk memberikan pelatihan,” bebernya.

Yayan menyebut, para atlet muda yang berlaga di ASG 2019 merupakan bibit-bibit muda potensial tulang punggung atlet Indonesia untuk tiga sampai empat tahun kedepan.

“Tentunya mereka tetap akan kami bina, Indonesia butuh bibit-bibit unggul olahragawan nasional yang nanti akan meneruskan jejak seniornya utuk berprestasi di kancah internasional,” katanya.

Selain target juara umum dan ajang pembinaan atlet-atlet muda nasional, yang tidak kalah penting adalah penanaman nilai-nilai seperti friendship dan sportivitas

“Sesuai makna yang terkandung dalam slogan unity, spirit, dan respect dapat diimplementasikan sehingga membentuk karakter para atlet,” tukasnya. (Nh/El)