Home Ekbis Indonesia Eximbank Berkomitmen Hijaukan Lahan Tandus

Indonesia Eximbank Berkomitmen Hijaukan Lahan Tandus

Wonogiri, 29/11 (BeritaJateng.Net) – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia "Indonesia Eximbank" telah berkomitmen untuk menghijaukan lahan kritis atau tandus di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

"Indonesia Eximbank" dalam kegiatan tersebut dengan ditandai melakukan penandatanganan nota kepahaman bersama (MoU) yang diwakili oleh Direktur Eksekutif Indonesi Eximbank Ngalim Sawega, dengan Direktur Utama PT Bakti Usaha menanam Susantara Hijau Lestari (PT BUMNHL I), Ali Rahman, Direktur Utama PT Naga Bhuana Aneka Piranti, Gunawan Wijaya, dan disaksikan Bupati Wonogiri Danar Rahmanto di Pendopo Pemkab Wonogiri, Sabtu (29/11).

Direktur Eksekutif Indonesi Eximbank Ngalim Sawega mengatakan, nota kesepahaman tersebut bersepakat untuk bekerja sama dalam program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat berbasis "agroforestry" yang terintegrasi, sesui dengan potensi, tugas, peran masing-masing.

Hal tersebut kata dia, menyangkut tidak lanjut kesepahaman ini, pihaknya akan memberikan bantuan bibit pohon sengon untuk masyarakat, sedangkan PT Hijau Lestari akan mendampingi sejak mereka menanam, pemeriharaan hingga panen, dan hasil akan diserap oleh PT Naga Bhuana selaku industri furniture.

"Penghijauan lahan tandus dilakukan secara menyeluruh di wilayah Wonogiri dengan tanaman produktif, mulai dari penanaman hingga penjualannya," tuturnya.

Pada kegiatan tersebut, kata dia, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan karena manfaatdari program itu akan dirasakan langsung oleh mereka.

"Tanaman produktif pohon jenis sengon paling hanya butuh waktu sekitar tiga hingga empat tahun siap panen. Hasilnya ketika ditebang mereka bisa tanam kembali, sehingga selain dapat menjaga lingkungan di daerah serapan air, juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Masyarakat yang memelihara tanaman produktif tersebut agar menghailkan tanaman tumbuh baik hingga masa panen, mereka akan mendapatkan penampingan dengan pembinaan, bimbingan, dan pengawasan dari PT Hijau Lestari.

"Masyarakat tidak perlu susah menjual hasil panennya, karena PT Naga Bhuana siap menampung seluruh bahan baku untuk furniture," ujarnya.

Menyinggung soal jenis sengon yang dipilih, Ngalim Sawega menjelaskan karena pohon itu merupakan "fastgrowing" dan dapat tumbuh baik di daerah tandus seperti Wonogiri. Kayunya juga dapat dijadikan sebagai salah satu bahan baku industri yang potensial ekspor.

"Kami mendukung pemerintah dalam penghijauan. Kami tidak hanya asal menanam pohon, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," tukasnya.

Wonogiri yang tandus dan dulunya daerah terpencil, kata dia, ke depan berdirinya industri funiture bisa miliki aktivitas ekonomi dan bergairah.

"Kami melihat kondisi di Wonogiri waduknya yang mengalami sedimentasi berat, dihulunya perlu penghijauan untuk menahan erosi, saat ada kunjungan Presiden RI Joko Widodo," katanya. (ant/pri)