Home Headline Indonesia Dianggap Negara Darurat Narkoba

Indonesia Dianggap Negara Darurat Narkoba

BNNP

Semarang, 26/2 (beritaJateng.net) – Indonesia sebagai negara darurat narkoba, membuat pencegahan tidak bisa dilakukan dengan satu titik.

Hal tersebut diungkapkan Susanto Kepala Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah saat dialog interaktif tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) untuk kalangan mahasiswa dan pemuda di Semarang, Kamis (26/2).

Menurutnya dengan besarnya peredaran narkoba di Indonesia membutuhkan peran serta masyarakat dan stakeholder lainnya.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri harus ada peran dari masyarakat oleh karena itu program BNN adalah melakukan pemberdayaan masyarakat, pelajar dan pemuda,” katanya.

Susanto bersyukur di Jawa Tengah pencegahan masuknya narkoba mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Meningkat atau menurunya pencegahan itu tolak ukurnya 2 tahun dengan penelitian dan penyalahgunaan narkoba perkembangannya menurun, tapi kita tidak boleh lengah  dan terus melakukan pencegahan,” tambahnya

Sementara itu Kepala Dinsospora Kota Semarang, Gurun Risyadmoko menjelaskan program dari  BNN Provinsi Jateng adalah bagaimana aksi kedepannya untuk berkomitmen bersama masyarakat dan pemerintah mencegah bahaya narkoba.

“Dinsospora melakukan pencegahan dengan membuat pelatihan wirausaha bagi pemuda, pelajar dan masyarakat secara aktif sehingga kegiatan tersebut bisa menghilangkan pengaruh-pengaruh negatif narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Rosalinda Mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Panti Wilasa mengaku senang dapat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai bahaya narkoba.

“Pentingnya pencegahan narkoba dapat dilakukan utamanya dari diri sendiri, dengan cara mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti olahraga, berkesenian dan bekerja memanfaatkan waktu sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan dialog interaktif yang membahas bahaya dan pencegahan nerkoba tersebut, dirinya berusaha menjadi pribadi teladan bagi orang lain, dengan berperilaku positif dan menularkan apa yang ia peroleh dari penyuluhan dan sosialisasi tersebut kepada masyarakat luas. (BJ05)