Home News Update INAPGOC Sosialisasikan Asian Para Games 2018 di Indonesia

INAPGOC Sosialisasikan Asian Para Games 2018 di Indonesia

1004
0
INAPGOC Sosialisasikan Asian Para Games 2018 di Indonesia

Semarang, 22/12 (BeritaJateng.net) – Tahun 2018 Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Para Games (APG) yang akan di gelar pada bulan Oktober tahun depan, dan Indonesian Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) selaku penyelenggara gencar melakukan sosialisasi APG yang tersebar di 16 kota besar di Indonesia.

“Sebagai tuan rumah Indonesia telah mempersiapkan pagelaran tahunan APG 2018, kita akan kedatangan kurang lebih 3000 atlet penyandang disabilitas beserta official dari 43 negara di Asia.  Ada 18 cabang olahraga akan dilagakan selama delapan hari bulan Oktober tahun depan,  dengan begitu INAPGOC selaku panitia memulai sosialisasikan Asian Para Games (APG) di 16 kota besar di Indonesia,” jelas Bambang Triatmadja,  saat jumpers di Sri Ratu Mall Semarang.

Sementara itu turut hadir dalam sesi tersebut yakni Slamet Widodo, selaku Kepala Bidang Pembinaan Prestasi NPC (Nasional paralympic Committee) Jateng, menambahkan bahwa saat ini

Asian Para Games Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara, dan pada kejuaraan tahun 2017 di Singapore atlet Indonesia mendapatkan juara umum.

“NPC Indonesia sempat diundang ke Istana bertemu Presiden Jokowi, dan beliau memberikan tantangan untuk tahun 2018 harus mendapatkan peringkan kelima di Asia karena saat ini Indonesia masih menduduki peringkat ke Sembilan se-Asia, namun Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara,” ucapnya.

Lanjutnya, dengan diberikannya tantangan oleh Presiden,  dirinya memulai untuk mengatur strategi untuk meraih posisi tersebut.  Dirinya telah memprediksikan minimal Indonesia harus memperoleh 17 mendali emas dari berbagai cabang.

“Untuk itu kita harus targetkan minimal 17 medali emas, kita harus menghitung kekuatan atlet dari berbagai cabang atletik.  300 atlet difabel telah disiapkan Indonesia,  dan Jawa Tengah menyumbangkan sekitar 25 persen dari total atlet difabel tersebut, ” tambahnya. (Ak/El)