Implementasikan PEDAL, Bank Jateng Raih Penghargaan dari KPK

JAKARTA, 30/11 (beritajateng.net) – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas implementasi aplikasi Pertukaran Data Elektronik (PEDAL) sebagai media pemberantasan korupsi. Penghargaan diterima langsung Ketua Umum Asbanda, Supriyatno.

Penghargaan diberikan di Gedung Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK, Jakarta, belum lama ini.

Selanjutnya 13 anggota Asbanda yang salah satunya Bank Jateng juga memperoleh penghargaan tersebut dan diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Aris Setiawan.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno yang juga Ketua Umum Asbanda menyambut baik diadakannya acara penyerahan apresiasi yang diselenggarakan oleh KPK ini.

“Ini sebagai upaya untuk pencegahan terjadinya tindakan korupsi yang menggunakan lembaga keuangan sebagai media, termasuk Bank Pembangunan Daerah,” kata Supriyatno.

Menurutnya BPD sebagai bank yang ada di seluruh daerah di Indonesia, tentunya harus bisa mendeteksi, jangan menjadi sarana dalam melakukan tindakan korupsi di daerah.

Terdapat 27 BPD di seluruh Indonesia, yang umumnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah mempunyai peran yang sangat strategis. Yaitu untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah.

Saat ini kinerja BPD seluruh Indonesia masih menunjukan pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia.

“Hingga Juni 2022 total aset BPDSI mencapai Rp 913,67 triliun atau naik yoy sebesar 10,47 persen dari Rp 827,07 triliun. Kemudian untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) BPDSI mencapai Rp 731,71 triliun atau naik yoy sebesar 11,84 persen dari Rp 654,25 triliun. Begitu juga kredit yang disalurkan BPDSI mencapai Rp 535,84 triliun atau naik yoy sebesar 8,05 persen dari Rp 495,89 triliun. Dan Laba BPDSI meningkat yoy sebesar 12,07 persen menjadi Rp 7,52 triliun dari 6,71 triliun,” ujar Supriyatno.

Dia menambahkan, dengan diberikannya apresiasi ini, diharapkan BPD dapat semakin meningkatkan kinerja. Khususnya dalam rangka pemberantasan korupsi di seluruh wilayah Indonesia. (*)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply