Home News Update Ijazah Ditahan Setahun, Rektor UNISSULA Digugat Mantan Mahasiswanya

Ijazah Ditahan Setahun, Rektor UNISSULA Digugat Mantan Mahasiswanya

Unissula

SEMARANG, 11/10 (BeritaJateng.net) – Sejak kelulusan wisuda pada 2 April 2015 silam, Ridha Taurisma belum pernah menyentuh ijazah yang diperjuangkannya di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Atas perkara tersebut, mantan mahasiswa ini kemudian melaporkan Rektor Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Anis Malik Toha atas gugatan perbuatan melawan hukum.

Ridha Taurisma sebagai Penggugat terpaksa mengajukan gugatan kepada Tergugat, Rektor UNISSULA, dikarenakan pihak universitas masih menahan ijazahnya. Padahal dirinya telah menempuh pendidikan dan mengikuti wisuda kelulusan pada 2 April 2015.

Melalui kuasa hukum penggugat, Irton Tabrani mengatakan bahwa kliennya sebelumnya telah berupaya meminta ijazah kepada Tergugat, dan juga telah meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara/Walikota Kendari agar kliennya dapat menerima ijazahnya untuk dipergunakan sebagai syarat melamar pekerjaan.

“Klien kami merupakan mahasiswa jalur beasiswa utusan daerah Kota Kendari tahun ajaran 2013. Semua biaya kuliah ditanggung Pemkot Kendari sesuai dengan perjanjian kerjasama Pemkot Kendari dengan pihak UNISSULA Semarang,” bebernya kepada Metro Jateng.

Irton melanjutkan, Pemkot Kendari sudah meminta kepada pihak UNISSULA Semarang agar ijazah kliennya dapat diproses lebih lanjut. Pemkot Kendari juga berjanji akan menyelesaikan kewajibannya sebagaimana dalam surat perjanjian kerjasama dengan UNISSULA Semarang.

“Namun sampai sekarang ijazah klien kami masih ditahan sehingga tidak bisa melamar kerjaan,” katanya.

Menurutnya, karena tidak ada kejelasan nasib, kliennya melayangkan surat teguran hukum bahkan somasi kepada tergugat namun tidak mendapat tanggapan. Atas hal tersebut, sebagai kuasa hukum Penggugat akhirnya kliennya melayangkan gugatan melalui PN Semarang.

“Hal ini jelas termasuk perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 1365 KUHPerdata,” jelasnya.

Karena ijazah masih ditahan, Irton menjelaskan, kliennya mengalami kerugian materil sebesar Rp171 juta dan immateril sebesar Rp 1 miliar. Pihaknya meminta pengadilan mengabulkan gugatan dan menghukum Tergugat untuk membayar semua kerugian yang dialami kliennya. (Bj)