Home Headline Identix Gandeng Sujiwo Tejo Hasilkan Motif Batik Lukisan

Identix Gandeng Sujiwo Tejo Hasilkan Motif Batik Lukisan

Identix Gandeng Sujiwo Tejo Hasilkan Motif Batik Lukisan./Foto: Steve Arie K.

Semarang, 20/1 (BeritaJateng.net) – Batik Identix adalah merek produk batik yang mengkhususkan produknya pada batik tulis. Berbagai macam produknya yang berupa fashion busana sudah banyak diminati oleh masyarakat, terutama di kalangan pasar menengah ke atas. Kali ini Batik Identix mencoba inovasi unik melalui kolaborasi dengan Seniman nyentrik Sujiwo Tejo. Nantinya, lukisan-lukisan Presiden Jancukers ini akan diterjemahkan Identix menjadi pola batik, kemudian didesain menjadi busana ready to wear.

Saat berkunjung ke galeri Identix, Gunungpati Semarang, Rabu (19/1), Sujiwo Tejo mengaku antusias dengan kaborasi ini. Terlebih karya-karya Batik Identix kerap dipamerkan di kota-kota besar Nusantara bahkan di beberapa negara Eropa beberapa waktu lalu.

“Saya menyambut baik kolaborasi ini. Karena selain di bidang pendalangan saya juga akan tetap berkarya di bidang yang lain seperti, nyanyi, musik, juga seni rupa atau membuat lukisan,” ucap Sujiwo Tejo.

Melukis termasuk salah satu seni rupa yang sudah lama di dalami dan banyak menghasilkan karya. Lukisannya mayoritas menggambarkan sosok pewayanagan.

“Apakah nanti lukisan yang dibatikkan ini berupa gambar wayang? Iya. Tapi apakah tokoh wayang? Saya tidak tahu,” bebernya.

Pasalnya, karya lukis Sujiwo Tejo, banyak yang membubuhkan tokoh wayang dalam bentuk unik, misalnya hanya dengan lengkungan garis. Tidak terlalu jelas menggambarkan sosok tertentu namun jika diperhatikan lebih dalam akan ditemukan bentuknya.

Seperti lukisan yang diunggah di salah satu platform NFT. Ada tiga lukisan yang disisipi sosok Semar yang digambarkan seperti coretan.

Sementara itu, CEO Batik Identix, Irma Susanti berharap, karya-karya Sujiwo Tejo yang dijadikan motif batik mampu menjadi daya tarik dari berbagai kalangan.

Apalagi, fashion ready to wear yang digarap dari lukisan Sujiwo Tejo, akan dedesain menyesuaikan selera anak-anak muda milenial.

“Ini bagian dari nguri-uri budaya Jawa. Yang selama ini hanya bisa dinikmati kalangan tertentu, bisa merambah semua kalangan, termasuk generasi milenial,” terang Irma.

Dikatakan, kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi inovasi segar di dunia batik. “Kami coba menggabungkan dua seni dalam satu lingkaran yang disebut budaya,” jelansya.

Ke depan, Irma akan kembali menggandeng Sujiwo Tejo untuk meramaikan fashion show. “Rencananya suatu saat kami merencanakan menggelar fashion show batik yang diiringi gendhing-gendhing ciptaan Sujiwo Tejo,” tandasnya. (Ak/El)