Home Hukum dan Kriminal Ibu Pelaku Pembunuhan Ingin Gantikan Posisi Anaknya Dipenjara

Ibu Pelaku Pembunuhan Ingin Gantikan Posisi Anaknya Dipenjara

salah satu adegan yang diperagakan pelaku pembunuhan

Semarang, 16/12 (Beritajateng.net) – Kedatangan David Nugroho , pelaku pembunuhan terhadap anaknya, dengan cara mengajak minum racun serangga, langsung disambut isak tangis keluarga. Sang ibu, Fatmaya, langsung memeluk anak semata wayangnya itu diiringi isak tangis, sebelum proses reka ulang dimulai.Reka ulang adegan pembunuhan yang dilakukan David itu, dilakukan di rumahnya, di Jalan Jomblang Perbalan RT 7 RW 2, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Rekonstruksi Sekeluarga Minum Racun Serangga
Rekonstruksi Sekeluarga Minum Racun Serangga

Proses reka ulang dilakukan aparat Polrestabes Semarang, 40 hari setelah kejadian pembunuhan itu terjadi. Dalam proses reka ulang tersebut, David Nugroho, melakukan 17 adegan. David terbukti, mengajak kedua anaknya, yaitu anak pertama bernama Aura Safya Nugroho, yang masih berusia 7 tahun dan Junior Ronald Nugroho, berusia 3 tahun, untuk meminum racun serangga, hingga berujung kematian pada anak pertamanya. Adegan minum racun yang dilakukan David, terjadi pada adegan ke sembilan hingga sebelas.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Agus Sulistianto mengatakan, rekontruksi ini dilakukan guna melengkapi syarat untuk melangkah ke proses persidangan. Sementara itu unsur pembunuhan berencana terbukti, karena David telah menyiapkan racun serangga terlebih dahulu.”Iya, rekonstruksi diperlukan untuk kelengkapan berkas persidangan nanti. Dan disini terbukti pelaku melakukan pembunuhan terencana, dengan adanya racun serangga yang sudah disiapkan pelaku,” jelas Wakasat Reskrim.

Sementara itu Fatmaya, orang tua pelaku, sekaligus nenek korban, mengungkapkan kesedihannya. Ia berharap kasus yang menimpa anaknya segera selesai dan bisa bebas dari hukuman. Fatmaya bahkan siap jika bisa menggantikan posisi anaknya sebagai pelaku dan dipenjara.”Saya sudah tentu ga tega mas, lihat anak saya seperti itu. Saya harap segera selesai dan David bisa bebas. Saya siap gantikan dia jika dia dipenjara,” kata Fatmaya sambil terus menangis.

Atas perbuatannya David dijerat pasal berlapis, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 20 tahun hingga hukuman mati. Pasal 5 Juncto Pasal 44, Undang-Undang nomor 23, tahun 2004, tentang kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun, atau denda maksimal rp 45 juta. Kemudian Pasal 80, Undang-Undang nomor 23, tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.(BJ/NG)