Home Hukum dan Kriminal Hukuman Putar Bumi dan Saling Tampar, Kembali Muncul …

Hukuman Putar Bumi dan Saling Tampar, Kembali Muncul …

hukuman putar bumi khas tim elang
para pemabuk di hukum saling tampar
para pemabuk di hukum saling tampar

Semarang, 25/12 (Beritajateng.net) – Walau sudah berkali kali dibubarkan Tim Elang, namun tetap saja penikmat minuman keras ini, nekat berpesta miras di pinggiran Banjir Kanal Barat, tepatnya di Jalan Basudewo, Semarang Barat.
Kali ini para pemabuk jalanan ini kembali apes, saat sedang menikmati miras jenis Ciu, Tim Elang kembali menangkap basah mereka, saat Tim Elang berpatroli di Jalan Basudewo itu.
Hukumanpun diberikan, kali ini hukuman yang sudah lama tidak diberikan kepada para pelanggar hukum ini, kembali dikeluarkan. Hukuman cirri khas Tim Elang itu adalah, hukuman Saling Tampar dan Putar Bumi.
Menurut Kepala Tim 3 Elang Polrestabes Semarang, Komisaris Polisi (Kompol) Budiman Gultom, hukuman ini diberikan agar mereka jera. Namun memang itu semua tergantung mereka masing masing. “Seharusnya kapok, bila sudah merasakan hukuman saling tampar atau putar bumi, khas Tim Elang. Namun memang masih ada satu atau dua pelaku yang kembali tertangkap oleh Tim Elang, sedang mabuk – mabuk di jalan, seakan tiada jeranya,”ungkap Kompol Gultom dini hari tadi (25/ 12).
Hukuman Saling Tampar adalah hukuman dimana satu persatu para pemabuk itu, diberi kesempatan untuk menampar teman teman mereka. Menampari atau menempeleng secara bergantian ini cukup efektif untuk membuat mereka sadar dari mabuk mereka. Bila belum cukup, hukuman Putar Bumi akan diberikan. Hukuman Putar Bumi ini, dimana para pemabuk akan diminta berputar putar dengan jari telunjuk menempel di permukaan jalan, sedangkan tangan satunya memegang kuping. Mereka diminta berputa putar sampai kepala terasa pusing dan terjungkal. Bahan bila terlalu mabuk dan harus menjalani hukuman Putar Bumi, para pemabuk ini akan muntah – muntah sebelum akhirnya terjungkal ke tanah.(BJ/NG)

Advertisements