Home Headline Hukum Berat Penyebar Simbol Partai Terlarang

Hukum Berat Penyebar Simbol Partai Terlarang

929
Ketua Umum Ormas kebangsaan Front Pembela Pancasila (FPP) Kusumo Putro, minta penyebar simbol partai terlarang di hukum berat.

SOLO, 17/5 (BeritaJateng.net) – Ketua Umum Ormas kebangsaan Front Pembela Pancasila (FPP) Kusumo Putro, SH mengaku prihatin dan kecewa terhadap maraknya simbol dari salah satu partai terlarang di Indonesia yang beredar media sosial.

Menjamurnya lambang dan simbol partai terlarang di kalangan generasi muda, menjadi sebuah pertanda kebangkitan ideologi komunis baru di Indonesia. Kebangkitan faham komunis ini tak lepas dari lemahnya fungsi inteligen di lini yang paling bawah, serta kurangnya masyarakat memahami nilai nilai kebangsaan

Hal tersebut lanjut Kusumo menunjukkan bahwa sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berpedoman pada Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara mulai luntur.

“Itu salah satu tanda kurangnya sosialisasi 4 pilar yang tidak menyentuh hingga masyarakat bawah,” ungkap Kusumo, Selasa (17/5/2016).

Kusumo berpendapat, untuk menangkal paham radikal seharusnya sosialisasi sosialisasi 4 pilar sudah mulai diajarkan sejak dini. Kurangnya pemahaman rasa nasionalisme pada masyarakat masa depan bangsa akan dapat terancam.

“Janganlah era reformasi dijadikan kebebasan dalam berpendapat, berpikir dan bertindak semaunya yang bisa dijadikan sebagai pintu masuk ideologi partai terlarang,” lanjut Kusumo.

Diharapkan lembaga negara dan semua elemen keamanan mampu menghidupkan kembali nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Sosialisasi 4 pilar harus menyeluruh. Dari hulu sampai hilir tanpa kecuali agar bisa menggalang kekuatan bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Kekuatan bangsa untuk menangkal paham terlarang diperlukan agar tidak memberikan peluang masuk kepada pergerakan yang sudah jelas dilarang pemerintah Indonesia.

Menjamurnya lambang dan simbol partai komunis yang identik dengan gambar palu arit di kalangan para generasi muda, menjadi sebuah pertanda kebangkitan ideologi komunis baru di Indonesia. Kebangkitan faham komunis ini tak lepas dari lemahnya fungsi inteligen di lini yang paling bawah, serta kurangnya masyarakat memahami nilai nilai kebangsaan. (BJ24).

Advertisements