Home Lintas Jateng Hingga 2019 Sayung Demak Akan Tetap Banjir

Hingga 2019 Sayung Demak Akan Tetap Banjir

Banjir menggenangi rumah rumah di Sayung Demak
DEMAK, 2/3 (BeritaJateng.Net) – Banjir yang melanda dibeberapa Wilayah Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak hingga sekarang dinilai tidak ada keseriusan penanganan dari pihak terkait, bahkan saling lempar tanggung jawab untuk mengatasi  Bencana banjir, mengingat sudah Tiga bulan warga Sayung rumahnya terendam banjir hingga sekarang.
Kamis (2/3) siang, Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan  PSDA Provinsi Jawa Tengah, melakukan tinjauan dilokasi banjir di wilayah Desa Sayung yang terkena banjir. Dalam melakukan kunjungannya dalam hal ini, Komisi D Provinsi Jateng hanya memfasilitasi antara masyarakat korban banjir dengan pihak BBWS.
“Kunjungan ini menindaklanjuti pengaduan yang masuk ke meja Komisi D prov jateng, terkait banjir, perlu saya garis bawahi, jika kami hanya mendorong dan memfasilitasi untuk menangani masalah ini. Kami meminta penanganan dari BBWS untuk segera mungkin melakukan normalisasi sungai, mengingat banjir sudah sangat lama terjadi,” ucap Ida Nursada, Anggota Komisi D DPRD Jateng.
Sementara itu menurut Mujjari kasi Operasional  BBWS Pemali Juana, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan terkait normalisasi sungai sejak tahun 2015, pihaknya mengakui jika dalam waktu dekat ini belum bisa melakukan normalisasi sungai, lantaran harus dilakukan kajian terlebih dahulu, terutama masalah Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang harus diperhatikan sebagai dasar dilakukannya normalisasi Sungai dimana Amdal tersebut yang berhak mengeluarkan adalah Pemerintah Kabupaten Demak, dalam Hal ini Dinas Lingkungan Hidup.
“Normalisasi rencananya baru akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang. Kalau dalam waktu dekat saya rasa belum bisa dilakukan lantaran harus melewati prosedur terlebih dahulu,” terang Mujjari.
Lanjut Mujjari, untuk tahun ini pihaknya hanya bisa melakukan pemeliharaan, peninggian tanggul. sedangkan untuk sekarang ini BBWS melakukan upaya dengan menempatkan  2 alat berat ke lapangan, walaupun alat tersebut belum bisa di operasikan, mengingat lokasi sangat tidak mungkin untuk dilalui alat berat tersebut.
“Yang jelas sekarang ini BBWS tidak bisa memastikan sayung bebas banjir, akan tetapi mengurangi debit banjir saja,” terangnya.
Masih dilokasi banjir yang dikunjungi Komisi D, menurut Kepala Desa Sayung, Munawir, menilai bahwa dalam mengatasi permasalahan banjir yang terjadi di Wilayahnya, sangat terlihat disini saling lempar tanggung jawab. Dirinya menganggap bahwa kunjungan Komisi D kelokasi banjir tidak membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan warga korban banjir.
“Saya rasa kunjungan kesini tidak menghasilkan apa-apa, yang ada hanya saling lempar tanggung jawab antar instansi guna mengatasi banjir yang masih melanda Wilayah Sayung,” Tegas Munawir. (BW/EL)
Advertisements