Home DPRD Kota Semarang Hidupkan Kota Lama dengan Rutinitas Berbagai Kegiatan dan Acara

Hidupkan Kota Lama dengan Rutinitas Berbagai Kegiatan dan Acara

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (mbak Ita) saat meninjau kota lama Semarang.

Semarang, 20/9 (BeritaJateng.net) – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengharapkan rutinitas kegiatan di kawasan Kota Lama Semarang untuk menyemarakkan kawasan padat bangunan kuno itu.

“Kegiatan (di kawasan Kota Lama, red.) sudah ada, tetapi yang penting rutinitasnya. Jadi, kawasan Kota Lama Semarang semakin hidup,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang.

Dari masyarakat, kata politikus PDI Perjuangan itu, tentunya juga mengharapkan rutinitas kegiatan yang digelar di kawasan yang masuk “tentative list” sebagai “world heritage” dari Unesco itu.

Berbagai kegiatan bisa digelar di kawasan Kota Lama yang tentunya tidak lepas dari gerakan pelestarian cagar budaya, seperti berbagai pameran produk lokal, termasuk kuliner hingga kesenian.

Ia mencontohkan Festival Kota Lama Semarang 2016 yang baru saja rampung ternyata banyak dikunjungi masyarakat sehingga membuktikan sebenarnya masyarakat juga mengharapkan kegiatan di Kota Lama.

“Selama tiga hari kemarin, masyarakat bisa menyaksikan berbagai hiburan yang digelar di kawasan Kota Lama, mulai musik, kuliner, hingga kesenian. Bahkan, ada tamu dari Belanda datang,” katanya.

Maka dari itu, kata Supriyadi, Pemerintah Kota Semarang harus terus mengupayakan rutinitas yang digelar di kawasan yang disebut sebagai “Little Netherland” itu agar kian hidup dan terus bergeliat.

Festival Kota Lama yang sudah kali kelima itu digelar pada 16-18 September lalu oleh Oen’s Semarang Foundation bekerja sama dengan “Vrienden Van Kota Lama” dari Belanda dan sejumlah pihak.

Berbagai kegiatan mewarnai festival yang dikenal juga dengan nama Pasar Sentiling, mulai kuliner, musik, dan stan-stan yang menjajakan perabot dan ornamen antik berjajar di kawasan Kota Lama.

Kali ini, Festival Kota Lama 2016 juga menghadirkan maestro gitar satu jari Mr D One Finger yang beraksi di panggung apung di atas Polder Tawang berkolaborasi dengan Wesley Lefeber, DJ asal Belanda.

Pemilik nama lengkap Doddy Hernanto yang menggawangi produksi gitar berjuluk “Rick Hannes” bermarkas di Sidoarjo, Jawa Timur itu memperkenalkan gitar elektrik yang telah disambungkan dengan gawai.

Beragam jenis suara alat musik pun bisa dihasilkan gitar elektrik yang terhubung dengan gawai itu, mulai dari suara seruling, saksofon, gamelan, rebana, hingga instrumen perkusi etnik.

“Bagus sekali. Di Surabaya juga ada kawasan seperti ini, tetapi tidak seluas Kota Lama Semarang. Harus dirawat dan dikelola baik,” kagum Mr D yang juga Duta Forum Konservasi Satwa Liar (Foksi) Jatim itu. (Bj05)

Advertisements