Ketua PWI Jateng Terima Kru Ganesa Film, Berharap Film ”Syirik” Jadi Tontonan juga Ada Unsur Tuntunan

SEMARANG – Kru Ganesa Film, perusahaan film legendaris yang telah memproduksi puluhan judul film, menggandeng wartawan di Semarang untuk turut mempromosikan film terbarunya bertajuk ”Syirik (Neraka Pesisir Laut Selatan)”.

Untuk itu, dipimpin oleh produser Subakti Is, manajemen dan kru Ganesa Film bersama aktor dan aktris pendukung film “Syirik” menyambangi Gedung Pers Jateng atau kantor PWI Jateng di Jalan Tri Lomba Juang, Semarang, Senin (29/4). Mereka diterima oleh Ketua PWI Amir Machmud NS.

”Sowan kami ke sini, dengan harapan teman-teman PWI bisa memberikan support untuk mengenalkan film “Syirik” ke khalayak luas melalui liputan-liputannya,” kata Subakti yang datang bersama para pemeran, di antaranya Richelle Skornicki dan Totos Rasiti.

Subakti Is menjelaskan pada tren di tahun 2024 ini, film horor masih menjadi genre terkuat. Itu sebabnya dia optimistis film besutan sutradara Hestu Saputra mampu menyedot antusiasme penonton, terutama dari kalangan Generasi Z dan kaum milineal.

”Kami bersyukur, selama di Semarang, ketika kami mengunjungi SMKN 4 dan SMKN 8 mendapatkan sambutan luar biasa dari para siswa. Mereka antusias untuk segera menyaksikan film ini,” kata sineas yang pernah menyutradarai film horor “Leak” dan “Kesurupan Setan” ini.

Dia menjamin, filmnya kali lebih membumi, tak bercerita tentang pembalasan setan kepada manusia. Namun ada pesan yang ingin disampaikan, bahwa keangkaramurkaan akan dikalahkan oleh kebajikan. Film ini mengambil syuting di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

”Ada bumbu love story juga, sehingga lebih mengena kepada Gen Z. Kami menargetkan 5 juta penonton saat tayang di bioskop nanti,” ujar produser yang mengaku bujet produksi film ini masuk dalam kategori ”grade A”.

Mengedukasi

Sementara itu Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS., mengaku pihaknya berterima kasih kepada kru film “Syirik” yang datang di ‘rumah para wartawan’ ini. Pada prinsipnya, dia menyambut baik kehadiran “Syirik”, sebagai produk karya anak bangsa yang turut mewarnai khasanah sinematografi di Tanah Air.

Apalagi, lanjut dia, genre yang diusung dalam film tersebut adalah horor yang selama ini disukai masyarakat hingga ke grass-roots. Saat penayangannya nanti, Amir berharap penonton bisa membeludak.

”Tapi harapan saya, film “Syirik” bisa mengedukasi terutama lintas generasi. Karena film sesungguhnya digarap bukan hanya untuk tontonan, tapi mengedukasi, ada pesan tuntunan yang dikandungnya,” ujar penulis buku dan penyair itu.

Film “Syirik” dibintangi sejumlah artis beken seperti Nikita Mirzani dan Richelle Skornicki. Selain itu juga terdapat Teuku Rassya, Donny Alamsyah dan Kinaryosih.

Richelle sendiri saat ditemui menyampaikan bahwa tantangan terbesar pada film ini adalah tuntutan bagaimana dia harus berperan sebagai sosok yang njawani, dengan tutur bahasa yang medhok dan bisa menari. Selain itu, cuaca panas di Wonosari membuatnya harus membuatnya beradaptasi.

”Saya harus tampil dengan perempuan Jawa dari desa, dan pintar menari. Saya kira ini menjadi tantangan yang harus saya lakoni selama syuting. Wah panasnya juga minta ampun,” tambah aktris berusia 15 tahun itu.

Selain di Gedung Pers, kru film “Syirik” juga menguunjungi Radio Imelda, Gajahmada FM dan JFM Semarang. (Byl)

Array
Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup