Home Headline Hendy Terlibat Kasus Korupsi Kolam Retensi ?

Hendy Terlibat Kasus Korupsi Kolam Retensi ?

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG, 1/6 (BeritaJateng.net) – Ditetapkannya Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang Joko Nugroho sebagai tersangka kasus korupsi ternyata menyimpan banyak misteri, Tim BeritaJateng.net mencoba menelusuri rekam jejak beberapa kasus proyek mangkrak yang ada di kota Semarang.

Kasus korupsi yang menjerat Joko Nugroho yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pasar Kota Semarang ini berawal dari mangkraknya beberapa proyek, salah satunya Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu Pasar Rejomulyo Kota Semarang yang di bangun dengan menggelontorkan dana APBD 2013 sebesar Rp. 8,1 milyar.

Pada kenyataannya, pemenang lelang proyek ini bernama PT. Berkah Enggal Sumber Tiara, ternyata beralamat sama dengan PT. Harmony Internasional Technology (HIT) yakni di Jalan Kumudasmoro Tengah Raya No. 17. Dengan nama komisaris yang sama yakni Ir. Tri Budi Purwanto, MT.

PT. Harmony Internasional Technology (HIT) merupakan pemenang lelang pembangunan Kolam Retensi Muktiharjo, Pedurungan Semarang. Mangkraknya pembangunan kolam retensi Muktiharjo senilai Rp. 33,7 milyar, disebut-sebut juga menyeret beberapa nama baik pihak kontraktor maupun pejabat Pemkot.

Menurut keterangan Joko Nugroho saat di periksa penyidik Kejati menyatakan, telah terjadi pertemuan pada 29 Desember 2014 antara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan Assisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Semarang, Kepala Dinas PSDA-ESDP, Kepala Dinas DPKAD, PPK, PPHP (empat orang) dan pihak kontraktor.

Pertemuan ini bermula saat pihak Kontraktor (PPKom, Direksi Lapangan, PPHP, Konsultan Supervisi) mulai bermasalah dengan berbagai hal, baik kendala waktu pengerjaan yang molor dari yang dijadwalkan dan baru berjalan sekitar 60-70 persen, kendala dana dan lain sebagainya yang tidak dapat di selesaikan secara internal. Kemudian pihak kontraktor mencoba berkonsultasi dengan Kepala Dinas PSDA-ESDM, Joko Nugroho selaku pengguna anggaran.

Joko kemudian berinisiatif menghadap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

Dalam pertemuan dengan dinas dan kontraktor tersebut, Wali Kota akhirnya mengambil kebijakan yakni supaya pekerjaan kontraktor di terima dengan progres fisik 97 persen, dan kontraktor tidak di putus kontrak.

Tim yang hadir dalam pertemuan, atas saran Joko Nugroho berinisiatif membuat addendum seolah-olah pernah dilakukan addendum dengan melihat hasil pekerjaan dilapangan supaya pekerjaan tersebut di terima dengan progress 97 persen oleh tim yang hadir.

Pertemuan tersebut ditindak lanjuti dengan adanya proses pencairan dana 100 persen pembangunan Kolam Retensi Muktiharho (padahal pengerjaan dalam progress pengerjaan fisik 97 persen), bahkan penandatanganan dokumen penerimaan hasil pekerjaan dilakukan malam itu juga (29 Desember 2014).

Dari keterangan tersangka tersebut, terungkap beberapa keganjilan dan menimbulkan spekulasi kalau orang nomor satu di Semarang ini terlibat dalam kasus tersebut.

Sejauhmana keterlibatan Wali Kota Hendrar Prihadi dalam kasus Kolam Retensi Muktiharjo? Beranikah Kejati menetapkan Hendrar Prihadi sebagai tersangka? Simak terus hasil penelusuran tim BeritaJateng.net. (BJ)

1 COMMENT

Comments are closed.