Home Headline Hendi Sedih Proyek Jembatan Kaca Deviasi 25 Persen, Sebut Kontraktornya Tak Bonafide

Hendi Sedih Proyek Jembatan Kaca Deviasi 25 Persen, Sebut Kontraktornya Tak Bonafide

Pembangunan Jembatan Kaca di Tinjomoyo Semarang

Semarang, 14/10 (BeritaJateng.net) – Proyek Jembatan Kaca di Tinjomoyo Semarang yang digadang-gadang bakal rampung tahun 2021ini rupanya mengalami kendala.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku kecewa lantaran pengerjaan proyek Jembatan Kaca di Tinjomoyo tidak sesuai target yang diharapkan.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang mengatakan jika kontraktor yang menangani proyek Jembatan kaca Tinjomoyo dinilai tidak berkualitas dan tidak dapat dipercaya dengan baik.

“Aduh, saya sedih karena evaluasi Jembatan Kaca Tinjomoyo kontraktornya tidak bonafide, tidak berkualitas,” ungkap Hendi, Kamis (14/10).

Menurut Hendi, pihak kontraktor harus diberi pelajaran jika tidak mampu menyelesaikan proyek Jembatan Kaca.

Proyek ini merupakan proyek dedicated atau program prioritas Pemerintah Kota Semarang. Namun pada kenyataannya, progres proyek tersebut justru mengalami deviasi hingga 25 persen. Jika tak mampu merampungkan proyek, dia meminta agar kontraktor diputus kontrak.

“Kalau tidak mampu diputus kontrak saja dari pada jadi pekerjaan yang tidak berkualitas. Saya lagi sedih tentang hal ini,” kata Hendi.

Hendi memaparkan, Pemerintah Kota Semarang membagikan informasi pekerjaan, dalam hal ini lelang, agar program pemkot dapat dikerjakan dengan baik.

Apalagi, jika kontraktor warga Semarang, menurutnya, itu menjadi kebanggan tersendiri. “Kalau yang terjadi asal-asalan tidak selesai, tidak berkualitas, alasannya tidak punya duit, kenapa nawar?,” geramnya.

Jika proyek ini tidak bisa rampung pada 2021, Hendi berharap, pengerjaan Jembatan Kaca bisa diteruskan tahun depan.

Proyek ini merupakan satu diantara proyek Pemerintah Kota Semarang yang sempat tertunda pada 2020 lalu. Penundaan pembangunan Jembatan Kaca lantaran anggaran difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Hendi menegaskan, akan lebih intensif melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan mengingat sudah mendekati akhir tahun. Dia tidak ingin proyek lain mengalami hal serupa seperti pembangunan Jembatan Kaca.

“Sekarang intensitas evaluasinya semakin diperbanyak. Dari sebulan sekali, sekarang kami tanya tiap minggu. Jangan sampai ada pengawasan yang tidak penuh akhirnya deviasinya semakin melebar,” terangnya. (Ak/El)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × two =