Home Headline Hendi Resmikan Smart Park Taman Piere Tendean Semarang

Hendi Resmikan Smart Park Taman Piere Tendean Semarang

SEMARANG, 11/4 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meresmikan Taman Piere Tendean berkonsep Smart Park dengan beragam fasilitas di Jalan Piere Tendean, Sabtu (10/4/2021) malam.

Peresmian dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jendral Kekayaan Negara Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Dedi Syarif Usman, Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah & DI Yogyakarta Mahmudsyah, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayunserta jajaran organisasi pemerintah daerah (OPD) Kota Semarang.

Taman Piere Tendean atau yang disebut Signature Park dibangun di lahan yang merupakan hibah dari Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) seluas 727 meter persegi.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, lahan hibah Kemenkeu ini awalnya dalam kondisi tidak terawat. Kemudian, Pemerintah Kota Semarang menggandeng pihak ketiga yakni PT Surya Madistrindo untuk menyulap lahan tersebut menjadi ruang terbuka hijau.

Anggaran pembuatan Taman Signature sebesar Rp 3,2 miliar yang didanai langsung oleh PT Surya Madistrindo.

“Berpuluh-puluh tahun, lahan ini ditutup seng, ada pohon pisang yang tidak terawat. Atas kebaikan Bu Menteri kemudian dihibahkan ke pemkot. Setelah itu, kami ketemu investor PT Surya Madistrindo melalui CSR mau membangun asal ada produk beliau yaitu Signature,” jelas Hendi, sapaannya.

Taman ini terletak di persimpangan Jalan Piere Tendean dan Jalan Pemuda. Sebagai penanda, dibangunlah Patung Piere Tendean yang menjadi ikon taman tersebut.

Menurut Hendi, Piere Tendean yang merupakan pahlawan nasional ternyata juga ada sejarahnya di Kota Semarang.

Taman Signature menjadi taman yang pertama di Kota Semarang mengusung konsep ducting. Semua utilitas kabel masuk ke dalam tanah. Taman ini juga menerapkan konsep smart park dimana ada berbagai fasilitas modern pendukung antara lain bebas akses wifi, toilet bagi disabilitas, penyiraman tanaman secara otomatis yang bisa dikendalikan dari jarak jauh, tempat isi baterai handphone (charging station), dan noozel.

“Ada noozel yang mengeluarkan embun secara berkala, membuat situasi lebih sejuk,” imbuh Hendi.

Dia berharap, tanaman di area taman bisa tumbuh dalam satu tahun ke depan sehingga akan menambah suasana rimbun serta dapat menjadi sarana publik yang nyaman bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang rencananya akan menambah sebuah videotron panjang di taman itu agar terlihat lebih bersinar saat malam hari.

Konsep taman ini diharapkan menjadi contoh untuk pembangunan ruang terbuka hijau selanjutnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Menurut Hendi, sentuhan teknologi membuat taman menjadi sangat menarik.

Di sisi lain, dia juga menekankan terkait konsep bergerak bersama. Taman ini merupakan contoh dari hasil konsep bergerak bersama yang mana pihak ketiga bersedia untuk bersama-sama membangun Kota Semarang.

“Konsep bergerak bersama akan membuat Semarang melompat lebih cepat. Dengan hadirnya PT Surya Madistrindo ataupun perusahaan-perusahaan lain yang kau membiayai melalui CSR, saya rasa kota ini akan semakin cepat berkembang,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jendral Kekayaan Negara Kemenkeu, Dedi Syarif Usman mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang yang telah menyulap lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Dia berharap, taman ini bisa memberi manfaar sosial bagi masyarakat.

“Kami bahagia dan bangga. Ini boleh dibilang dulu nganggur, sekarnag jadi taman yang ikonik. Mudah-mudahan jadi kebanggaan Semarang,” ungkapnya. (El)