Home Lintas Jateng Hendi Optimistis Jalur Searah Urai Kemacetan

Hendi Optimistis Jalur Searah Urai Kemacetan

Semarang, 18/2 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi optimistis pemberlakuan jalur searah di sejumlah ruas jalan di wilayah itu akan mampu mengurai kepadatan kendaraan dan kemacetan yang kerap terjadi.

“Untuk jalur searah, hari ini titik yang terakhir. Setelah ini, kami akan lakukan evaluasi selama satu bulan. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan bisa menjadi alternatif mengurai kemacetan,” katanya di Semarang.

Pemberlakuan jalur searah dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama di Jalan Veteran, Jalan dr Kariadi, Jalan Menteri Supeno, dan Jalan MT Haryono, kedua di Jalan Gajahmada, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Ahmad Dahlan.

Pada tahap ke tiga yang diberlakukan resmi mulai Jumat (17/2) ini, bertambah tiga ruas jalan yang diberlakukan searah, yakni Jalan Pemuda depan Balai Kota Semarang, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pierre Tendean.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengakui banyak masyarakat yang pastinya bertanya-tanya dan merasa tidak puas karena perjalanan ke tujuan yang sebelumnya jaraknya relatif dekat menjadi jauh karena harus memutar.

“Insya Allah, kalau jalurnya dekat tetapi macet pastinya bikin stres. Namun, meski jalurnya agak panjang, perjalanan menjadi nyaman karena lancar. Sehingga, rekayasa teknis jalur searah ini jadi alternatif mengurai kemacetan,” katanya.

Yang jelas, kata dia, Pemkot Semarang tidak berdiam diri dalam menghadapi berbagai problem yang dikeluhkan masyarakatnya, termasuk kemacetan sehingga salah satu alternatif yang dilakukan adalah pemberlakuan jalur searah.

“Kalau hanya berdiam diri, saya rasa semua bisa. Mudah-mudahan langkah ini pas, tepat, dan bermanfaat. Kalau memang tidak bermanfaat, tentu akan kami evaluasi,” kata Hendi.

Sejak tahap pertama pemberlakuan jalur searah, Pemkot Semarang melalui Dinas Perhubungan terus mengebut penataan rambu-rambu lalu lintas dan “traffic light” yang harus disesuaikan dengan berubahnya pola persimpangan jalan.

Demikian pula, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang yang membongkar pulau dan median jalan yang sudah tidak berfungsi semestinya dengan pemberlakuan jalur searah itu sehingga bisa mengoptimalkan arus kendaraan. (El)

Advertisements