Home Ekbis Hendi Minta Dinas Pasar Awasi Penggunaan Listrik Pasar Tradisional

Hendi Minta Dinas Pasar Awasi Penggunaan Listrik Pasar Tradisional

Tinjau Pasar Peterongan, Walikota Ingatkan Pedagang Tiban Jaga Kebersihan dan Kerapian

Semarang, 28/12 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan langkah pengawasan atas penggunaan listrik oleh para pedagang di pasar tradisional untuk mencegah kebakaran.

“Beberapa kali kebakaran pasar kan ternyata disebabkan korsleting listrik. Makanya, persoalan listrik ini rentan sekali. Tidak boleh sembarangan,” katanya di Semarang.

Ia mengatakan pedagang harus memahami pemakaian listrik dan pemasangan instalasi secara benar, misalnya sudah ditetapkan daya listrik di setiap kios berkapasitas 450 watt.

“Jangan coba-coba kemudian memasang atau menambahi kapasitas listrik sembarangan di luar yang ditentukan atau memasang secara ilegal, sebab sangat berbahaya,” katanya.

Artinya, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, harus ada kesadaran dan pemahaman dari para pedagang di pasar tradisional mengenai tata cara penggunaan listrik secara benar dan aman.

Di sisi lain, diakui Hendi, pemerintah berperan melakukan sosialisasi terkait pemakaian listrik secara benar dan aman, termasuk melakukan pengawasan di lapangan secara intensif.

“Kalau ternyata terjadi permasalahan, misalnya korsleting, berarti ada dua hal yang keliru. Pedagang tidak memakai listrik secara benar atau pemerintah yang kurang sosialisasi,” katanya.

Maka dari itu, kata dia, Pemerintah Kota Semarang melalui dinas terkait, seperti Dinas Kebakaran akan terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional.

Pengawasan terhadap pemakaian dan pemasangan instalasi listrik di pasar-pasar tradisional, kata dia, akan dilakukan secara lebih cermat dan kalau perlu akan dilakukan penertiban.

Selain itu, Hendi mengatakan keberadaan fasilitas penunjang, seperti “hydrant” sebagai sumber air harus diperhatikan untuk menanggulangi secara lebih cepat jika terjadi kebakaran.

“Sumber-sumber air atau jaringan pipa air (hydrant) harus ditempatkan di tempat yang tepat. Jangan sampai kemudian malah rusak, sebab fasilitas ini sangat penting,” katanya.

Kejadian kebakaran beberapa kali menimpa pasar tradisional di Semarang, seperti Pasar Johar, Pasar Yaik Baru, Pasar Kanjengan, kemudian terakhir adalah Pasar Waru, Semarang. (EL)

Advertisements