Home News Update Hendi-Ita Dapat Rekomendasi, Kandidat Lain Legowo

Hendi-Ita Dapat Rekomendasi, Kandidat Lain Legowo

image

Semarang, 26/6 (BeritaJateng.net) – Ditunjuknya Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti “Hendita” sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang yang maju dalam Pilwakot 2015 dari partai PDI Perjuangan, nampaknya disikapi positif oleh kandidat balon yang tidak terpilih.

Sikap legowo tersebut terlihat dalam prescon yang di gelar di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jumat (26/6) siang. Nampak para kandidat bakal calon kainnya seperti Bambang Hoesodo, Widhi Handoko, Dio Hermansyah dan Kadarlusman duduk berjajar menyampaikan dukungannya terhadap pasangan terpilih. Meskipun rekomendasi tidak mereka peroleh.

“Apapun yang terjadi, adalah bagaimana kita mengawal beliau (Hendi-Ita, Red.), yakni atas dasar nasib kebersamaan. Sebab di luar kita masih ada calon Wali Kota lain yang juga terus berjuang, sehingga kita harus bersatu,” ujar Bambang Hoesodo.

Bambang memotivasi kedua kandidat yang memperoleh rekomendasi untuk menatap perjuangan kedepan yang masih panjang. Hal yang sama juga disampaikan Widhi Handoko.
 
Menurutnya para kandidat yang tak memperoleh rekomendasi harus bersikap gentlemen. “Sejak awal saya siap atas apapun keputusan PDI Perjuangan. Ini merupakan dinamika politik, harus ada yang terpilih dan tak terpilih. Saya pribadi siap membantu PDI Perjuangan untuk memenangkan Pilwakot Semarang 2015,” tegasnya.

“Saya yang notabene kader yang berjuang dari nol, kalah dengan bakal calon Wakil Wali Kota yang baru saja kelihatan kemarin. Saya harus legowo dan tetap mendukung Hendi,” kata Kadarlusman.

Sementara itu, bakal calon Wakil Wali Kota Semarang rekomendasi PDI Perjuangan, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku bangga ketika mendengar dirinya didaulat DPP PDI Perjuangan untuk mendampingi Hendrar Prihadi. Dia pun merasa senang lantaran kandidat yang tidak mendapatkan rekomendasi berkomitmen mendukung mereka.

“Ini adalah awal perjuangan. Saya senang dan bangga, Pak Hendi bisa mempersatukan kandidat untuk merasa saling memiliki. Dulunya kami berkompetisi tetapi sekarang saling membantu menjadi tim, tidak ada rasa permusuhan namun yang ada hanya rasa saling membantu, bersatu menjadi satu tim,” ujar wanita yang biasa disapa Mbak Ita. (BJ05)