Home Nasional Hendi Inisiasi Pembangunan Terkoneksi Wujudkan Semarang Metropolis

Hendi Inisiasi Pembangunan Terkoneksi Wujudkan Semarang Metropolis

Dalam tinjauannya, Hendi melakukan audiensi dengan pelaksana proyek terkait konsep pembangunan Kampung Bahari Semarang.

Semarang, 7/2 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan pihaknya menginisiasi pertemuan dengan kepala daerah sekitarnya untuk mewujudkan jaringan pembangunan terkoneksi antar daerah. Langkah ini dilakukan untuk lebih mempercepat proses mewujudkan Kota Semarang sebagai Kota Metropolis.

Sistem pembangunan terkoneksi ini menurut pria yang akrab disapa Hendi, selain sudah ada payung hukumnya berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2017 juga butuh komitmen besar dari masing-masing kepala daerah.

“Payung hukumnya sudah jelas, ada Perpres Nomor 28 Tahun 2017. Tapi kami coba melakukan sebuah inisiasi dengan membangkitkan komitmen antar kepala daerah. Sebenarnya, problematika sebuah wilayah metropolitan yaitu Kota Semarang dan sekitarnya harus ada komitmen besar dulu dari masing-masing kepala daerah,” tegas Wali Kota Hendi usai acara diskusi Diskusi Panggung Civil Soceity di Ballroom Hotel Patra Jasa Jalan Sisingamangaraja, Kota Semarang, Jateng Rabu (7/2).

Hendi menyatakan, saat ini bukan waktunya antar wilayah saling berkompetisi tapi harus saling berkolaborasi.

“Nggak lagi saatnya berkompetisi lho, antara Kota Semarang, Kendal, Demak, Ungaran (Kabupaten Semarang), Grobogan. Harusnya berkolaborasi. Dengan begitu, kebutuhan di masing-masing wilayah terpenuhi, jalur distribusi lebih pendek, biaya jadi lebih murah, itu bisa menggeliatkan aktifitas pertumbuhan ekonomi dan usaha di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Hendi meyakini jika wilayah sekitar Kota Semarang seperti Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang berkembang, maka Kota Semarang akan lebih cepat berkembang pesat kemajuannya.

“Kami sudah dua kali lakukan diskusi dengan kepala daerah secara formal maupun informal. Kami terus menuju ke sebuah kerjasama, dari sisi pariwisata, transportasi seperti yang sudah kita lakukan dengan Kabupaten Semarang dan Kendal. Soal kesulitan sampai hari ini tidak ada, hanya karena sama-sama sibuknya sehingga beberapa daerah masih mewakilkan ke wakilnya atau Sekda-nya,” ucapnya.

Hendi menyatakan, mewujudkan pembangunan terkoneksi antar daerah yang terpenting adalah, duduk bersama, melepas ego kewilayahan dan melepas ego sektoral. Dengan begitu, proses pembangunan yang pesat akan segera terwujud.

“Mari lepas ego kita, ego sektoral, ego kewilayahan. Kita harus ngomong bareng-bareng bahwa bagaimana ini tidak hanya untuk membangun wilayah masing-masing tapi juga untuk membangun wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini,” pungkasnya.

Senada dengan Hendi, Sekda Pemkab Semarang Gunawan Wibisono menyatakan wilayahnya juga telah melakukan proses pembangunan terkoneksi dengan Pemkot Semarang. Pasalnya, beberapa wilayah di Kabupaten Semarang menjadi unggulan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di bidang pariwisata.

“Saat ini Kabupaten Semarang mengembangkan konsep Bawen Raya Networking yang menjadi pintu masuknya Kota Semarang adalah Kabupaten Semarang. Unggulan kita disitu bidang pariwisata, kita punya Rawa Pening saat ini masih dipercantik dan dibersihkan enceng gondoknya oleh Kementrian PUPR. Ada Banaran, ada Bukit Cinta, Kawasan Bandungan saat ini juga masih ditata agar lebih representatif. Kawasan Tlogo yang nantinya semua itu akan menjadi gulanya Pemkab Semarang,” bebernya.

Gunawan menyatakan jika saat ini sesuai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedang mengkonsep jalur Kawasan Wisata Tlogo-Wening, antara Tlogo Bawen sampai Kawasan Wisata Rawa Pening.

“Termasuk Pringapus, Tengaran juga kita kembangkan supaya bisa menjadi entrance baik bagi wilayah Kota Semarang. Sehingga, jalur Trans Jateng, Trans Bawen serta jalur Kereta Api (KA) Wisata Kota Semarang-Kedungjati-Ambarawa masih dikerjakan dan sayangnya saat ini terhenti. Sebab, Jawa Tengah sampai saat ini hanya mengandalkan kapal pesiar, kalau dibandingkan dengan Yogya kita agak sulit, yang selama ini tujuannya masih ke Borobudur,” pungkasnya.

Pengamat Ekonomi Undip Kota Semarang FX Sugiyanto mengaku sangat apresiasi dengan langkah Wali Kota Semarang Hendi yang menginisiasi terjadinya pembangunan terkoneksi antar daerah. Langkah ini, menurutnya akan lebih mempercepat dalam proses pembangunan yang menjadikan Kota Semarang sebagai Kota Metropolis.

“Pendekatan antar kepala daerah yang yang dilakukan Pak Walikota (Hendi) secara smooth bisa membuat proses pembangunan lebih berkembang dan potensinya untuk maju antar daerah di Jawa Tengah sangat besar,” pungkasnya. (El)