Home Headline Hari Pertama Masuk Kerja, 44 Pegawai Pemkot Semarang Tak Hadir, 4 Bolos 

Hari Pertama Masuk Kerja, 44 Pegawai Pemkot Semarang Tak Hadir, 4 Bolos 

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan sidak ke kantor Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Pemkot Semarang untuk memastikan jumlah ASN yang tidak hadir di hari pertama masuk kerja, Senin kemarin.
           Semarang, 4/7 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 44 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang diketahui tidak masuk kerja di hari pertama ngantor Senin kemarin.
            Hal itu disampaikan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balaikota, Selasa (4/7). Menurutnya, sebanyak 40 orang di antaranya tidak masuk dengan izin sakit dan melahirkan dan empat lainnya tidak masuk tanpa izin.
              “Ini merupakan data yang sudah kami peroleh bersama Badan Kepagawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat yang baru masuk hari ini,” terangnya.
               Dijelaskan, pihaknya memang melakukan sidak pada hari pertama ke beberapa dinas dan kecamatan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pegawai yang membolos kerja.
                Setelah itu, sidak dilanjutkan oleh BKD dan Inspektorat secara menyeluruh hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Tim inipun baru memberikan laporan lengkap pada Selasa pagi sekaligus melakukan pengecekan pada hari kedua masuk kerja ini.
               “Secara acak, saya sendiri sidak ke kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dan pegawainya semua sudah masuk. Sidak sendiri sengaja kami lakukan hingga hari kedua masuk kerja pasca Lebaran,” tukasnya.
               Karenanya, pihaknya nantinya akan memberi sanksi tegas kepada pegawai yang membolos. Sanksi yang diberikan sesuai Perwal 139/2013 adalah pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
                 Selain itu, diidapati fakta bahwa dari empat pegawai yang membolos, satu di antaranya adalah pegawai TPHL (Tenaga Pekerja Harian Lepas). Kepada pegawai tersebut, juga akan diberikan sanksi teguran termasuk pemotongan honor.
                 Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mendukung langkah tegas Pemkot dalam mendisiplinkan pegawainya. Pasalnya, libur Lebaran sudah cukup lama bahkan mencapai 7 hari.
                “Jadi tidak ada alasan untuk membolos kerja di hari pertama. Selain itu, TPP mereka juga sudah dinaikkan, selayaknya rekan-rekan ASN bertanggungjawab terhadap pekerjaan mereka melayani warga,” tegas politisi PDI Perjuangan ini. (El)