Home Ekbis Harga Sembako Mahal, Catering Siasati Dengan Variasi Menu

Harga Sembako Mahal, Catering Siasati Dengan Variasi Menu

SEMARANG, 23/6 (BeritaJateng.Net) – Kalangan pengusaha catering di Semarang saat ini dibuat pusing dengan mahalnya harga sembako. Namun demikian eksistensi mereka ditengah persaingan yang semakin berat harus terus dijaga. Salah satu cara yang lazim mereka gunakan saat ini adalah melakukan variasi menu pada beberapa menu yang mereka sajikan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga (APJBI) Jawa Tengah Lilik Agus Gunarto mengemukakan, naiknya bahan baku sembako tidak bisa diimbangi dengan menaikkan harga jual di tingkat konsumen. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi dari pelaku usaha catering agar usahanya tetap jalan dan tidak mengalami kerugian.

“Salah satu contoh yaitu daging sapi saat ini sangat mahal maka kami biasanya ganti dengan ikan laut. Dari sisi rasa dan gizi tidak jauh berbeda tapi lebih hemat,” ungkap Lilik usai memberikan bantuan APJBI kepada anak anak yatim di Panti Asuhan Muhammadiyah Telogosari Semarang.

Lilik menjelaskan, saat ini para pelaku usaha catering sudah beberapa langkah lebih maju dibanding tahun tahun yang lalu. Walaupun masih dikenal adanya “kelas” yang disematkan kepada catering dengan sebutan kelas atas dan bawah, namun saat ini sudah hampir sama kelasnya dan hampir sulit dibedakan.

“Sekarang sama saja mas, semua catering bisa masuk gedung gedung besar. Mereka sama saja sudah tidak ada bedanya tergantung konsumennya mau pakai jasa catering yang mana,” jelasnya.

Para pelaku usaha catering, lanjut Lilik, sangat mengharapkan peran pemerintah dalam melakukan pembinaan dan fasilitas dalam menyikapi persaingan global yang saat ini terjadi. Pemerintah harus hadir dalam menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) sekarang ini.

Menurut Lilik, dibanding negara negara lain di kawasan Asia Tenggara, menu yang biasa ditawarkan catering di Indonesia lebih bervariasi dan lebih enak. Namun fokus pemasaran menu menu unggulan dinilai kalah dengan negara seperti thailand, Malaysia dan negara tetangga lainnya.

“Pemerintah menurut saya harus memfasilitasi catering Indonesia dalam pemasaran dan formulasi menu menu unggulan seperti yang dilakukan pemerintah Thailand. Di Indonesia masih terlalu banyak menu dan kurang fokus pada menu unggulan,” katanya.

Anggota AJBI di jawa Tengah saat ini berjumlah 100 lebih, naum yang aktif hanya 40 sampai 50. Para pelaku usaha catering diharapkan untuk bergabung dalam asosiasi yang dipimpinnya, karena dengan menjadi anggota bisa memanfaatkan program pinjaman tanpa agunan yang dilakukan oleh APJBI bekerjasama dengan Perbankan. (BJ13)