Home Ekbis Harga Melambung, Petani Cabai Justru Merugi

Harga Melambung, Petani Cabai Justru Merugi

Ilustrasi

Ilustrasi
Ilustrasi
Kendal, 14/11 (Beritajateng.net) – Tingginya harga cabai di pasar tidak diiringi dengan
meningkatnya kesehateraan petani cabai di Kabupaten Kendal. Bahkan, mereka harus merugi hingga jutaan rupiah karena mengalami gagal panen. Sebagian besar tanaman mengering karena kemarau berkepanjangan beberapa waktu lalu.

Salah satu petani cabai di Desa Sidorejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, Kasmadi (45), mengatakan bahwa hasil cabai dari lahan yang ia garap tidak dapat maksimal. Hasil total panen yang diperkirakan bisa mencapai 500
Kilogram (Kg), ternyata tidak sesuai harapan. Ia hanya mampu memanen sekitar 100 Kg.

“Itu saja, tidak semuanya dalam kondisi baik. Banyak cabai yang sudah rusak dan tetap dipanen untuk menutupi kerugian yang saya derita. Hal ini dikarenakan total hasil yang saya panen hanya dapat untuk mengganti biaya
pembelian bibit dan obat-obatan belaka,” ceritanya kepada beritajateng.net.

Hal yang lebih tragis dialami Suwarto (51), petani cabai di kawasan yang sama. Ia menuturkan hanya bisa mengelus dada karena tidak dapat menikmati hasil dari kebun cabainya. Tanaman di kebun cabainya semua mengering dan
membusuk akibat kemarau berkepanjangan. Padahal dirinya sudah menghitung keuntungan besar yang akan diperolehnya, jika berhasil panen.

“Tidak ada yang bisa saya katakan jika melihat gagalnya panen kali ini. Saya menderita kerugian yang sangat besar. Dari luas lahan lima ribu meter persegi, tidak ada satupun cabai yang bisa dipanen,” ungkap pria setengah
abad lebih ini.

Sementara itu, Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, Sentra penghasil cabai merah dan rawit di Kendal yakni di Sidorejo Brangsong, Kecamatan Kangkung dan Kota Kendal. Hampir semuanya mengalami gagal panen. Padahal harga cabai
saat ini sedang tinggi.

“Sayangnya harga cabai ini tidak diikuti dengan panen petani di Kabupaten Kendal. Jika hasil petani memuaskan, pastinya mereka akan merasakan dampak positif dari kenaikan harga itu,” tuturnya. (DK/BJ)