Home Ekbis Harga Gabah di Banyumas Anjlok

Harga Gabah di Banyumas Anjlok

image

Banyumas, 17/3 (Beritajateng.net)-Harga gabah kering panen (GKP) di Banyumas, Jawa Tengah, anjlok sejak panen raya berlangsung di sejumlah wilayah kabupaten itu meskipun harganya masih berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang sebesar Rp3.300 per kilogram.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah petani di Kabupaten Banyumas, Selasa, harga GKP saat ini sebesar Rp4.500/kg atau turun dari sebelumnya yang mencapai Rp5.200/kg.

Salah seorang petani di Rawalo, Kamto (48) mengatakan bahwa harga GKP dua pekan lalu berkisar Rp5.000-Rp5.200/kg yang bergantung pada kualitas gabahnya.

“Namun saat ini, harga GKP hanya sebesar Rp4.500/kg karena sudah memasuki masa panen raya,” katanya.

Ia memperkirakan harga GKP akan menurun dalam beberapa pekan ke depan karena semakin banyak petani yang panen.

Sementara petani di Kebasen, Karmin (45) mengaku sengaja langsung menjual gabah yang baru dipanen sebelum harganya anjlok.

“Mumpung harganya masih tinggi, Rp4.500/kg. Kalau ditunda, saya khawatir harga GKP semakin anjlok,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) Banyumas Tjutjun Sunarti mengatakan bahwa luasan sawah yang telah memasuki masa panen mencapai 7.000-an hektare dari total luas tanam 22.000 hektare.

Dengan demikian, kata dia, masih terdapat sekitar 15.000 hektare tanaman padi yang belum dipanen.

“Kami perkirakan masa panen akan berlangsung hingga bulan April karena masih ada sekitar 15.000 hektare yang belum memasuki masa panen,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa hasil panen kali ini cukup bagus karena dari 1 hektare sawah, rata-rata mampu menghasilkan 5,6 ton GKP.

Menurut dia, jumlah tersebut lebih tinggi jika dibanding masa panen sebelumnya yang rata-rata mencapai 5 ton per hektare karena saat itu banyak terjadi serangan hama wereng cokelat.

“Saat ini, serangan hama sangat minim sehingga hasil panennya optimal,” katanya. Budi Suyanto.(ant/BJ)