Home Ekbis Harga Elpiji 12Kg Naik Rp8.000 Per Tabung

Harga Elpiji 12Kg Naik Rp8.000 Per Tabung

657

Elpiji-3Kg

Solo, 2/4 (BeritaJateng) – Harga gas elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram di tingkat pangkalan di Kota Solo, Jawa Tengah naik hingga Rp8.000 per tabung, dan tingkat pengecer mencapai Rp10.000 per tabung.

Ketua Bidang (Kabid) Elpiji 12 kg Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Surakarta, Tien Suprapto di Solo, Kamis (2/4) mengatakan, kenaikan harga elpiji khususnya non subsidi atau isi 12 kg tabung warna biru sejak 1 April 2015.

“Kami tidak diberitahu soal kenaikan elpiji 12 kg, dan saat mengambil barang langsung dinaikkan harganya,” katanya.

Tien Suprapto menjelaskan harga elpiji 12 kg sebelumnya hanya Rp133.200 per tabung, kini menjadi Rp141.200 per tabung. Kenaikan harga sekitar Rp8.000 per tabung, sedangkan harga hingga pengecer diperkirakan tambah sekitar Rp4.000 per tabungnya sehingga menjadi Rp145.200 per tabung.

Menyinggung soal banyaknya keluhan masyarakat, dia menjelaskan, belum kelihatan dampaknya karena kenaikan baru per 1 April atau dua hari ini. Sehingga, masyarakat menganggap biasa-biasa saja.

“Kami melihat kejadian harga elpiji yang sering naik dan turun itu, ditanggapi amsyarakat masih biasa, dan permintaan pasar tetap stabil,” katanya.

Menurut dia, pasokan elpiji ukuran isi 12 kg ke Solo masih lancar dan mencukupi. Stok barang masih mampun mencukupi permintaan pasar. Begitu juga elpiji tiga kg harga tetap stabil Rp15.500 per tabung, dan pasokan lancar sehingga stok cukup.

“Kami belum melihat ada gejolak soal elpiji non subsidi itu, dan kebanyakan pemakai masuarakat kalahan menegah ke atas,” katanya.

Menurut dia, kenaikan harga elpiji non subsidi tersebut kemungkinan dampak melemahnya nilai rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat atau seperti halnya BBM khusus premium dan solar.
Siti (54) warga Kerten Laweyan Solo menjelaskan, harga elpiji ukuran 12 kg sekarang pada tingkat pengecer mencapai Rp146.000 per tabung atau mengalami kenaikan hingga sekitar Rp10.000 per tabung.

“Harga elpiji 12 kg sebelumnya dijual sekitar Rp135.000 hingga Rp136.000 per tabung, tetapi kini naik menjadi Rp146.000 per tabung,” katanya.
Menurut Siti, kenaikan harga elpiji khusus 12 kg tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat terutama yang menggunakan gas non subsidi itu.

“Saya berharap Pemerintah dapat meninjau kembali kenaikan harga elpiji khususnya ukuran 12 kg itu, agar dapat mengurangi beban masyarakat, kata Siti mengaku ibu rumah tangga.

(ant/BJT1)