Home Ekbis Harga Elpiji 12 Kg Naik, Penjualan Menurun

Harga Elpiji 12 Kg Naik, Penjualan Menurun

image

Jepara-02/04(Beritajateng.net)-  Naiknya harga gas elpiji ukuran 12 Kg, memicu migrasi konsumen elpiji 12 Kg  ke gas elpiji tabung melon. Meski jumlah konsumen gas elpiji 12 Kg yang beralih ke gas elpiji 3 Kg belum diketahui jumlahnya, indikasi itu terlihat dari kosongnya stok gas elpiji tabung melon di sejumlah pangkalan di  Jepara.

Manager agen elpiji PT Koes Putro Negoro, Nano, menyampaikan, sejak kemarin, distribusi gas elpiji 12 Kg tersendat. Penjualan yang biasanya mencapai 100 tabung perhari kini berkurang hingga 50 Persen.“Biasanya, sehari mobil keliling itu mampu menjual 100 tabung, tapi sejak dua hari ini turun 50 persen,” ujar Nano.

Disampaikan Nano, sebelumnya di  Kabupaten Jepara harga gas elpiji 12 Kg sebesar Rp. 135 ribu, kini naik menjadi Rp. 143 ribu. Sementara, stok gas elpiji ukuran 3 Kg banyak dijumpai kosong di pangkalan-pangkalan.“Ya, jumlah pasti konsumen yang pindah ke elpiji 3 Kg kami belum ada datanya, tapi dari indikasi itu dapat terlihat adanya konsumen yang beralih ke gas 3 Kg,” kata Nano.

Sementara itu, salah satu pedagang makanan, Supinah (50), mengaku untuk keperluan memasak kini telah beralih ke gas elpiji bersusidi 3 Kg. Hal itu untuk menghindari kerugian dari dampak kenaikan gas elpiji 12 Kg. 

“Saya memang sudah biasa menggunakan gas 12 Kg, tapi kalau harganya naik begini besarnya otomatis menambah beban biaya pengeluaran. Sementara untuk mempertahankan pelanggan harga tetap stabil,” kata Supinah.

Sebagai pedagang makanan Supinah, kenaikan harga gas elpiji 12 Kg kian menambah beban. Pemerintah seharusnya mempertimbangkan ulang angka kenaikan harga gas elpiji ini.“Mungkin jika kenaikan harga Cuma Rp 500 – Rp 1000, tidak terlalu memberatkan kami selaku pedagang makan,” tutur Supinah.(BJ18)