Home Ekbis Harga Daging Sapi di Banyumas Tembus Rp 150 Ribu / Kg

Harga Daging Sapi di Banyumas Tembus Rp 150 Ribu / Kg

Purwokerto, 3/7 (BeritaJateng.net) – Ratusan ton daging impor beku yang digelontorkan Bulog Sub Divre IV Banyumas hanya mampu menekan harga daging sapi hingga minggu ke tiga bulan Ramadhan. Terbukti, mendekati Lebaran, harga daging sapi justru naik dratis hingga Rp 150 ribu per kilogram. Padahal awal puasa harga daging sapi masih dalam kisaran Rp 130 – Rp 120 ribu per kilogram.

Kondisi ini membuat masyarakat kaget dan para penjual daging di pasar tradisional juga mengalami penurunan omzet. Salah satu penjual daging di Pasar Wage Purwokerto, Warti mengatakan, kenaikan harga sapi mulai tiga hari lalu. Dan kenaikan harga ini sudah dari tempat pemotongan hewan, sehingga pedagang hanya mengikuti saja.

ʺNaiknya sudah dari rumah potong hewan (RPH), jadi kita hanya mengikuti saja. Sebenarnya sudah terlalu tinggi harganya, tetapi bagaimana lagi, dari RPH-nya juga sudah tinggi,ʺ katanya, Minggu (3/7).

Warti sendiri mengaku kerepotan dengan tingginya harga daging sapi, sebab omzetnya jauh menurun. Banyak ibu-ibu yang mau membeli daging, tetapi membatalkan saat tahu harganya.

Pedagang daging sapi lainnya, Toro mengatakan, kenaikan harga daging sapi setiap hari sebesar Rp 10 ribu dan sudah terjadi selama tiga hari. Tidak hanya di Pasar Wage, tetapi di semua pasar tradisional harga daging sapi naik.

ʺTiga hari lalu harga daging masih Rp 120 ribu, kemudian naik Rp 10 ribu, naik lagi Rp 10 ribu, sekarang harganya sudah Rp 150 ribu per kilogram,ʺ tuturnya.

Toro yang berjualan daging sapi di Pasar Karanglewas juga mengaku omzet penjualan dagingnya menurun, akibat tingginya harga daging. Biasanya, ia bisa menjual daging hingga 50 kilogram per hari. Namun, kemarin hanya 10 kilogram daging yang terjual.

ʺKemarin waktu harga daging masih Rp 120 – Rp 130 ribu per kilogram, sehari masih bisa menjual 40 – 50 kilogram, harganya masih terjangkau oleh masyarakat. Tetapi sekarang sudah terlalu tinggi, jadi banyak yang membatalkan untuk beli daging,ʺ keluhnya.

Humas Bulog Sub Divre IV Banyumas, Priyono mengakui, droping daging impor beku untuk OP daging masih sangat kecil, sehingga belum bisa mempengaruhi harga pasar. Bulog sendiri hanya tiga kali melakukan OP daging, dengan stok daging kisaran 150 – 200 kilogram dalam satu kali OP.

ʺDaging impor beku dengan harga Rp 85 ribu per kilogram, sebenarnya cukup diminati masyarakat, setiap kali OP, stok daging selalu habis. Tetapi skalanya memang terlalu kecil, sehingga tidak sampai mempengaruhi harga daging di pasaran,ʺ katanya. (BJ33)