Home Ekbis Harga Beras Melambung Pemkab Kudus Bantu Warga Miskin

Harga Beras Melambung Pemkab Kudus Bantu Warga Miskin

Kepala KKP Edy S

Kudus, 27/3 (Beritajateng.net)-Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Kantor Ketahanan Pangan membagikan beras kepada warga tidak mampu yang ada di beberapa desa. Dasar pembagiannya, setelah kepala desa setempat mengajukan proposan yang ditandatangani BPD dan Camat setempat.

”Benar, Pemkab Kudus telah membagikan beras secara gratis ke dua desa yang ada di Kecamatan Jati dan Mejobo. Masing-masing desa menerima bantuan sebanyak 5 ton,” jelas Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus, Edy Supriyanto ditemui Beritajateng,net di kantornya, Jumat (27/3).

Ditambahkan, pemberian beras gratis tersebut berdasarkan proposal yang diajukan kepala desa dimana  didalamnya terinci nama kepala keluarga beserta jumlah jiwa yang menjadi tanggungannya. Selanjutnya, proposal yang ditujukan kepada bupati dengan tembusan ke instansinya ini, dilakukan verifikasi faktual.

Kemudian, hasil verifikasi tersebut dilaporkan ke assisten bupati untuk mendapatkan rekomendasi. Setelah semua prosedur dilalui, beras bantuan bisa dikirim ke kantor desa yang mengajukan seterusnya didistribusikan kepada warga yang terdaftar berhak menerima melalui ketua RT masing-masing.

”Jadi, beras yang dibagikan tersebut murni dari Pemkab Kudus yang dibeli melalui APBD 2014. Kalau ada yang mengakui beras tersebut dari anggota DPRD, klaim seperti itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Masih menurut Edy, beras sisa cadangan untuk bencana alam yang pengadaannya melalui APBD 2014 tersebut totalnya ada 40 ton. Karena musim hujan hamper berakhir dan prediksi bencana alam  terjadi pada awal tahun 2015 tidak terjadi, maka sisa beras cadangan yang jumlahnya 20 ton bisa digunakan untuk kepentingan lainnya.

”Beras bantuan ini hanya bisa diberikan atas dasar bencana alam, gagal panen, dan ketika harga beras melambung tinggi. Pemberian kali ini, mengacu pada kriteria ke tiga yakni karena harga beras melambung tinggi,” paparnya.

Jadi, lanjutnya, pembagian beras kali ini ada dasarnya dan beras tersebut murni dari pemerintah. Dia juga menyebutkan bahwa beras bantuan ini diberikan secara gratis, berbeda dengan beras untuk warga miskin (raskin) yang harus membeli.

Untuk beras bantuan, perhitungannya setiap jiwa hanya menerima 400 gram sehari, sementara beras diberikan untuk lima hari. Jadi, setiap jiwa menerima bantuan sebanyak 2 kilgram untuk lima hari dan data penerima diberikan oleh ketua RT setempat.

Selain Desa Tanjungkarang dan Desa Temulus yang sudah menerima bantuan, ada tiga desa yang mengajukan proposal yakni Desa Sidomulyo, Kecamatan Jekulo, Desa Rahtawu dan Menawan, Kecamatan Gebog, tetapi masih dalam proses verifikasi. Sesuai ketentuan warga boleh menerima beras bantuan adalah bukan TNI, Polri, PNS, atau perangkat desa. (BJ12)