Home Ekbis Harga Beras di Bandarlampung Naik

Harga Beras di Bandarlampung Naik

Ilustrasi

Bandarlampung, 31/1 (BeritaJaten.net) – Sejumlah pedagang beras di Kota Bandarlampung menyebutkan harga kebutuhan pokok itu cenderung naik pada pekan terakhir Januari, namun harganya akan turun menjelang panen padi yang diperkirakan berlangsung mulai Maret.

“Sekarang harga beras termurah mencapai Rp9.500/kg, naik tipis dari harganya pada pertengahan Januari yang mencapai Rp9.000/kg,” kata Rodjie, salah satu pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung, Sabtu.

Ia menyebutkan harga beras kualitas premium mencapai Rp13.000/kg, sedang mutu sedang berkisar Rp10.000- Rp12.000/kg.

Dia menyebutkan pasokan beras dari penggilingan gabah tetap lancar, sedang volume permintaan atas beras tidak mengalami lonjakan.

Selain itu, ia menyebutkan warga banyak yang membeli beras OP Beras Bulog yang harganya berkisar Rp7.500/kg (kualitas asalan) dan Rp8.500/kg (kualitas premium).

Mutu beras OP Beras Bulog itu cukup bagus, dan berasnya didatangkan dari Sulawesi.

“Cuma dalam seminggu terakhir tidak ada lagi OP Beras. Katanya karena ada pembagian raskin,” katanya.

Pedagang beras lainnya, Edy Susanto, menyebutkan penyebab harga beras tinggi adalah panen padi belum berlangsung di wilayah Lampung.

Ia memperkirakan harga beras akan turun mulai Maret mendatang, karena di saat itu panen padi mulai berlangsung di sejumlah daerah di Provinsi Lampung.

“Harga beras ditentukan stok dan panen. Stok beras sekarang masih banyak, cuma pedagang membeli secukupnya dari penggilingan gabah karena harganya yang tinggi,” katanya lagi.

Lampung sebelumnya termasuk salah satu lumbung padi nasional.

Berkaitan itu, Provinsi Lampung menargetkan produksi padi mencapai empat juta ton hingga tahun 2016 mendatang untuk mewujudkan target swasembada padi nasional.

“Saat ini produksi padi Lampung mencapai 3,1 juta hingga 3,3 juta. Jadi ada penambahan target produksi sekitar satu juta ton pada tahun 2016,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Junaidi.

Ia mengatakan bahwa target capaian tambahan produksi padi Lampung itu dibagi menjadi dua tahun masing-masing tahun 2015 sebanyak 633 ribu ton dan sebesar 372 ribu ton pada 2016.

Menurutnya, tambahan produksi gabah kering giling tersebut di luar produksi padi reguler Provinsi Lampung yang mencapai 3,3 juta ton pada 2014.

Arinal menjelaskan untuk mewujudkan itu Pemprov Lampung mendorong Dinas Pertanian, Dinas Bina Marga kelompok tani, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta instansi terkait setempat lainnya untuk mewujudkan target produksi padi tersebut.

“Lampung diminta untuk menaikkan produksi padi hingga satu juta ton dalam dua tahun. Karena itu perlu dukungan semua pihak,” ujarnya.

Sekdaprov Lampung itu menjelaskan target capaian tambahan produksi tertinggi dibebankan kepada Kabupaten Lampung Tengah yang merupakan sentra produksi pertanian di daerah ini.

Jumlah tambahan produksi yang ditaregtkan di Kabupaten Lampung Tengah mencapai 143 ribu ton dalam dua tahun. Sedangkan untuk wilayah sentra pertanian lainnya, yakni Kabupaten Tulangbawang sebesar 126 ribu ton, Kabupaten Lampung Selatan (118 rinu ton), dan Lampung Timur (115 ribu ton) juga dalam waktu dua tahun. (ant/BJ)

Advertisements