Home Ekbis Hama Tikus Serbu Lahan Pertanian di Kudus

Hama Tikus Serbu Lahan Pertanian di Kudus

image

Kudus, 7/4 (Beritajateng.net)-Ribuan hektar tanaman padi yang tersebar di wilayah Kabupaten  Kudus mulai diserang hama tikus. Serangan paling mengkhawatirkan terjadi di kawasan Kecamatan Undaan, Jekulo, dan Mejobo.

”Hama tikus mulai menyerang sekitar tiga ribu hektar tanaman padi yang ditanam pada musim tanam kedua (MT II) tahun ini,” kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Budi Santoso, Selasa (7/4).

Jika perburuan hama tikus tidak diintensifkan, lanjutnya, serangan binatang mengerat ini dipastikan akan semakin meluas. Menurutnya, berbagai upaya pemberantasan sudah dilakukan tetapi hasilnya belum maksimal.

”Pemberantasan tikus seharusnya bisa dilakukan secara serempak agar binatang pengerat tersebut tidak memiliki cukup ruang untuk berpindah tempat,” tambahnya.

Masih menurut Budi Santoso, di Kabupaten Kudus saat ini terdapat sekitar 16.000 hektar lahan pertanian. Sebagian besar diantaranya terdapat di kawasan Kecamatan Undaan sekitar

5.800 hektar lahan pertanian padi.

Dari luas yang ada di kawasan Undaan tersebut, lanjutnya, sepertiganya atau sekitar 2.000 hektar diserang hama tikus. Sedang tanaman padi di Kecamatan Jekulo yang terancam rusak sekitar 400 hektar sisanya terdapat di kawasan Kecamatan Mejobo.

”Tetapi serangan hama yang di Kec, tetapi tidak terlalu parah, hanya spot- spot. Untuk kawasan matan Jekulo dan Mejobo tidak separah yang di kecamatan Undaan. Sementara tanaman padi yang ada di kawasan Kecamatan Kliwungu masih aman,” tambahnya.

Menghadapi kondisi demikian, pihaknya minta petani mewaspadai serangan tikus dalam jumlah lebih besar. Hingga saat ini, sebagian binatang tersebut masih berada di lubang persembunyian sedang .

Sedang upaya pemberantasan menurutnya mulai dilakukan adalah melalui gropyokan dan menggunakan insektisida jenis ’sidarat’ (umpan tikus) yang sudah didistribusikan ke kelompok tani sebanyak 69 dos dimana setiap dos berisi 20 kilogram atau total keseluruhan 1.380 kilogram.

Sementara untuk jenis Tiran dan Basmikus (mercon tikus) masing-masing yang dibagikan 12.600 batang dan 13.800 batang. Selain hama tikus, hama lain yang juga perlu diwaspadai yaitu keong, penggerek batang dan wereng.

”Hama tikus memang sangat mengganggu. Beberapa petani di sejumlah desa juga menggunakan media burung hantu. Hasilnya cukup membantu mengurangi populasi hama tikus,” imbuhnya.

Data yang diperoleh Beritajateng,net, tahun 2015 Kabupaten Kudus mematok target produksi beras sebanyak 158 ribu ton atau lebih banyak 25 persen dibanding target tahun 2014 yang hanya 127 ribu ton. Jika target produksi tersebut tidak tercapai, dikhawatirkan dapat mempengaruhi target swasembada pangan 2017. (BJ12)