Home Ekbis Hadapi MEA Bantul Siapkan Paket Pelatihan UMKM

Hadapi MEA Bantul Siapkan Paket Pelatihan UMKM

pelatihan umkm

Bantul, 31/ 1 (BeritaJateng.net) – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan puluhan paket pelatihan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

“Tahun ini ada 90 paket pelatihan untuk industri kecil, baik di bidang kerajinan maupun makanan olahan. Ini dalam rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanto di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, pelatihan terhadap pelaku UMKM tersebut untuk peningkatkan kualitas produk mereka sehingga dapat menembus pasar negara-negara ASEAN, mengingat di era perdagangan bebas tersebut ada semacam standarisasi produk.

“Standarisasi dan kualitas produk itu penting dalam menghadapi MEA, supaya jangan sampai ada orang membeli ke sini (Bantul) kok standarnya beda, makanya kalau ini masih terjadi dikhawatirkan menurunkan minat pembeli,” katanya.

Sulistyanto mengatakan, dalam menghadapi MEA pihaknya mempersiapkan produk-produk unggulan seperti kerajinan batik, kerajinan tatah sungging, batik kayu maupun gerabah yang memang produk tersebut selama ini diminati konsumen di negara-negara ASEAN.

“Sebenarnya seluruh produk Bantul disiapkan, hanya untuk produk yang sudah memiliki pasar bagus di ASEAN ini yang kami dorong, selama ini produk seperti batik dan gerabah banyak beredar di pasar ASEAN,” katanya.

Menurut dia, selain kualitas yang perlu diperhatikan adalah kemasan produk itu sendiri, karena pihaknya mengakui sampai saat ini dari seluruh UMKM di Bantul yang berjumlah sekitar 40 ribu sebagian masih belum dapat mengemas produk dengan baik yang menarik pembeli.

Padahal, kata dia kemasan produk selain dapat menarik pembeli juga mempunyai fungsi lain, seperti sebagai wadah atau melindungi misalnya produk makanan olahan dari bakteri maupun debu yang tentunya berdampak pada penurunan minat daya beli konsumen.

“Harus diakui beberapa kemasan produk olahan makanan UMKM Bantul masih belum menarik, karena hanya apa adanya, makanya kami terus sosialisasikan dan pendampingan kepada pelaku usaha bagaimana mengemas dengan baik,” katanya. (ant/BJ)

Advertisements