Home News Update Guru dan Orang Tua Siswa Tolak Wacana Sekolah Lima Hari

Guru dan Orang Tua Siswa Tolak Wacana Sekolah Lima Hari

image

Purbalingga, 21/6 (BeritaJateng.net)  – Sejumlah kalangan pendidik dan orang tua siswa di Purbalingga menolak wacana lima hari sekolah yang digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Lima hari sekolah dengan pemadatan jam belajar pada Senin hingga Jumat dinilai lebih banyak sisi negatif dibanding positifnya.

Kepala SMKN 1 Purbalingga, Kamson dan Kepala SMAN 1 Padamara, Esti Nurhidayati menegaskan, sekolah yang dipimpinnya tidak akan melaksanakan program lima hari sekolah tersebut.

“Pihak Dinas Pendidikan Purbalingga hanya meminta kami mensosialiasikan wacana itu. Tidak ada keharusan melaksanakan,” kata  Kepala SMKN 1 Purbalingga, Kamson, Minggu  (21/6).

Menurut Kamson, dengan kurikulum 2013, rata-rata siswa belajar selama 51 jam dalam seminggu. Dengan enam hari sekolah, siswa di sekolahnya baru selesai pada pukul 15.15. Bila dipadatkan pada lima hari sekolah, siswa akan pulang lebih sore lagi. Kamson kawatir daya serap siswa dan stamina mengajar guru sudah habis.

“Setelah sore, siswa dan guru sudah lelah. Mungkin guru mengajar hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Muridnya hanya sekadar memenuhi absen saja. Jadi sudah tidak efektif lagi,” ujar Kamson.

Masalah lain pada fasilitas transportasi umum. Dari 1.242 siswa SMKN 1 Purbalingga, yang membawa kendaraan sendiri hanya sekitar 400 siswa. Lainnya diantar orang tua atau menggunakan jasa angkutan umum.

Bila harus pulang menjelang petang, Kamson kawatir siswanya yang berasal dari daerah pedesaan akan kesulitan mendapat angkutan umum. Karena umumnya angkutan kota dan angkutan pedesaan tidak beroperasi setelah pukul 16.00 WIB.

Senada dengan Kamson, Kepala SMAN 1 Padamara, Esti Nurhidayati menyebutkan, sepanjang belum ada aturan yang mengikat mengenai program lima hari sekolah, pihaknya tidak akan melaksanakan program tersebut.

Kalangan orang tua siswa menilai, alasan Gubernur Ganjar mewacanakan lima hari sekolah agar siswa bisa lebih lama bersama orang tuanya, terlalu mengada-ada. Ganjar dinilai mengasumsikan orang tua siswa berprofesi sebagai PNS yang menerapkan lima hari kerja.

“Kan lebih banyak orang tua siswa yang non PNS,” ujar Sucipto, seorang wali murid di Purbalingga.

Berbeda dengan kalangan yang menentang, Kepala SMAN 1 Purbalingga, Kustomo mengaku akan melakukan uji coba lima hari sekolah selama satu semester. Lima hari sekolah itu akan diberlakukan bagi siswa kelas X, kelas XI dan kelas XII. “Setelah ujicoba, baru kami putuskan akan diteruskan atau tidak,” ujarnya.  (BJ33)