Home News Update Gubernur Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Nasib Petani Tembakau

Gubernur Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Nasib Petani Tembakau

834

SEMARANG, 25/8 (BeritaJateng.Net) – Gubermur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan agar pemerintah pusat memperhatikan sungguh sungguh nasib petani tembakau yang saat ini dalam situasi kritis mengingat gempuran tembakau import banyak masuk ke Indonesia.

“Ini momentum kritis untuk politik pertembakauan dan rokok di Indonesia. Mengingat dari data yang diperoleh APTI (Asosiasi petani tembakau Indonesia Jawa Tengah=red) saat ini import tembakau kita sudah mencapai 55 persen kebutuhan tembakau dalam negeri,” ungkapnya usai menerima pengurus APTI Jateng, di ruang kerjanya, Kamis (25/8).

Dalam penjelasannya kepada wartawan, gubernur menjelaskan, kalau petani tembakau tidak dilindungi yang terjadi di masa yang akan datang tembakau di Indonesia khususnya di Temanggung hanya tinggal cerita sementara rokok tetap akan beredar dengan tembakau yang berasal dari luar negeri.

“Ini sangat ironis kalau tidak dilindungi, petani tembakau diminta beralih menanam komoditas lain disatu sisi tembakau import membanjiri Indonesia, maka tinggal jadi legenda kalau Temanggung pernah jadi sentra tembakau,” jelasnya.

Sementara itu Ketua APTI Jateng Wisnubrata mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan besarnya nilai import tembakau yang saat ini masuk ke Indonesia dan mengharapkan pemerintah bisa memproteksi tembakau lokal agar tidak tergerus oleh tembakau import.

“Import tembakau sudah sangat besar, pemerintah harus memproteksi tembakau lokal,” katanya.

Dalam laporannya kepada gubernur, Wisnu menyampaikan kekawatiran para petani tembakau mengingat pihaknya menemukan upaya pemerintah Cina yang melakukan uji coba penanaman tembakau yang plasmanya berasal dari tembakau Indonesia termasuk dari Temanggung.

“Kami menemukan ladang tembakau seluas 200 hektare di Cina. Ironisnya tembakau Temanggung ditanam disana,” bebernya.

Ditanya tentang isu harga rokok yang akan naik tiga kali lipat, Wisnu mengatakan, kalau benar isu tersebut menjadi kenyataan maka dia memastikan petani tembakau dan rokok lokal akan gulung tikar.

“Yang akan berjaya rokok putih dan tembakau import. Saya minta pemerintah bijak menyikapi persoalan ini,” pungkasnya. (BJ13)

Advertisements