Home Hiburan Grand Final Denok Kenang Semarang 2016, 25 Pasangan Bakal Unjuk Kebolehan

Grand Final Denok Kenang Semarang 2016, 25 Pasangan Bakal Unjuk Kebolehan

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri.

Semarang, 26/4 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 50 peserta akan berkompetisi pada babak “grand final” pemilihan Denok-Kenang Kota Semarang 2016 di Hotel Horison Semarang, 29 April mendatang.

“Dari sebanyak 307 pendaftar denok dan kenang tahun ini, sudah tersaring sebanyak 25 pasangan denok dan kenang atau 50 orang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri di Semarang, Selasa.

Menurut dia, proses audisi dilakukan dengan melihat berbagai aspek, mulai kecakapan fisik, kepribadian, hingga intelektual, terutama wawasan mengenai kebudayaan yang ada di Kota Semarang.

Sebanyak 50 peserta itu, terdiri atas 25 perempuan yang akan berkompetisi menjadi denok dan 25 laki-laki sebagai kenang yang nantinya akan membantu dalam mempromosikan pariwisata Kota Semarang.

“Animo peserta dari tahun ke tahun cukup besar. Tahun lalu, peserta yang mendaftar juga 300-an orang. Ini sudah terseleksi warga Kota Semarang. Kalau tidak, peserta lebih banyak,” katanya.

Ia menyebutkan pendaftar denok dan kenang harus warga Kota Semarang karena mereka nantinya akan berperan dalam mempromosikan Kota Semarang ke berbagai even dengan berkeliling daerah.

“Harapan kami, Denok-Kenang 2016 bisa masuk ke ajang pemilihan Duta Wisata Jawa Tengah. Bahkan, bisa masuk juga di tingkat nasional. Makanya, kami lakukan seleksi secara ketat,” katanya.

Pada pemilihan Duta Wisata Jateng tahun lalu, Masdiana menyebutkan denok-kenang yang dikirim berhasil merebut juara kedua sehingga pada tahun ini diharapkan bisa lebih baik dengan juara pertama.

“Setidaknya ada lima aspek yang dinilai, yakni penampilan, pengetahuan umum, kepariwisataan, kemampuan bahasa Inggris, dan psikologis. Tidak hanya tampan atau cantik, tetapi harus pandai,” katanya.

Untuk menyiapkan Denok-Kenang Kota Semarang 2016 yang sesuai harapan, kata dia, para peserta menjalani berbagai pelatihan, seperti “public speaking”, bahasa Inggris, dan wawasan kepariwisataan.

“Denok dan kenang ini kan sudah punya komunitas juga. Tiap tahun diadakan. Jadi, senior-seniornya (denok dan kenang tahun-tahun sebelumnya, red.) juga ikut membantu menyiapkan adik-adiknya,” katanya. (Bj05)