Home Headline GM PT Pelindo III Tanjung Emas Semarang jadi Tersangka Bongkar Muat Ilegal

GM PT Pelindo III Tanjung Emas Semarang jadi Tersangka Bongkar Muat Ilegal

Preskon terkait penetapan tersangka GM Pelindo III atas dugaan bongkar muat ilegal.

Semarang, 27/5 (BeritaJateng.net) – Direktur PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang Ir. Tri Suhardi resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng dalam kasus bongkar muat illegal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua APBMI Jateng, Romulo Simangunsong saat presconference di kantor (APBMI) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia, Jumat (27/5).

Romulo menyatakan General Manajer Pelindo III Tanjung Mas Semarang telah ditetapkan sebagai tersangka sesuai surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada tanggal 22 Mei 2016 dari Polda Jateng.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Polda Jateng, atas ditetapkannya GM Pelindo Tanjung Emas jadi tersangka, berarti masih ada keadilan hukum untuk kami,” ujarnya.

Romulo berharap, pasca ditetapkannha GM Pelindo Pelabuhan Semarang sebagai tersangka, maka segala kegiatan bongkar muat yang dilakukan Pelindo saat ini di pelabuhan Semarang semestinya harus dihentikan.

“Segala aktifitas bongkar muat pelindo semarang mestinya segera dihentikan pihak KSOP Tanjung Emas, jika tidak kami akan demo,” imbuhnya.

Sementara itu pihak Polda Jateng, Kompol Gede Widiana saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan GM Pelindo Pelabuhan Semarang, namun yang bersangkutan belum hadir.

“Ya telah kami panggil, tapi belum datang mas,” ungkapnya saat dihubungi BeritaJateng.net.

Ditempat terpisah, GM Pelindo III Tanjung Emas Semarang TH saat dikonfirmasi, justru tak tahu menahu atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

“Belum Pak. Makasih,” ungkapnya melalui pesan pendeknya.

Sebagaimana diketahui, kasus bongkar muat yang diduga illegal yang dilakukan pihak Pelindo III ini telah dilaporkan DPW APBMI Jateng pada 19 November 2015 lalu ke Polda Jawa Tengah. Namun hasil penyidikannya baru bisa disampaikan pihak Polda jateng yang ditujukan kepada Ketua APBMI Jateng berupa surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) bernomor B/139/V/2016 Redkrimum tertanggal 26 Mei 2016. (Mg2/bj06)